
Pemkab Barito Utara berencana bangun Jembatan KH Hasan Basri II

Muara Teweh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, berencana membangun Jembatan KH Hasan Basri II melintasi Sungai Barito di Muara Teweh untuk menggantikan jembatan yang ada sekarang karena usianya tergolong tua.
"Umur teknis Jembatan Hasan Basri yang ada sekarang diperkirakan tersisa sekitar 9 hingga 11 tahun," kata Bupati Barito Utara Shalahuddin di Muara Teweh, Kamis.
Menurut dia, persiapan pembangunan Jembatan Hasan Basri II harus dilakukan sejak dini dan tidak boleh mengganggu operasional jembatan yang ada.
“Desainnya tidak perlu mewah. Yang terpenting adalah fungsi dan daya dukungnya. Bentang tengah dapat dirancang dengan ketinggian dan clearance yang memadai untuk mendukung aktivitas angkutan, termasuk angkutan batu bara,” katanya.
Bupati Shalahuddin menegaskan pemerintah daerah tidak menanggung pembiayaan langsung pembangunan Jembatan Hasan Basri II. Skema konsorsium akan digunakan, dengan peran pemerintah daerah pada aspek teknis, perencanaan, dan supervisi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Bupati juga meminta agar studi kelayakan (feasibility study/FS), engineering design, serta seluruh dokumen teknis segera diperbarui dan dikonsultasikan ke kementerian terkait.
"Waktu persiapan sekitar sembilan tahun harus dimanfaatkan secara optimal agar proses penggantian jembatan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu konektivitas wilayah," kata Shalahuddin.
Selain pembangunan jembatan, Bupati Barito Utara turut menekankan percepatan pembangunan Bendungan Joloi. Ia menyampaikan proyek tersebut telah memiliki FS dan DED serta telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Bendungan Joloi dinilai sangat penting sebagai upaya pengendalian banjir yang saat ini dapat terjadi hingga dua hingga tiga kali dalam setahun di wilayah Barito Utara.
“Kita harus aktif mendorong proyek Bendungan Joloi ke kementerian terkait, dengan Barito Utara sebagai pionir bersama Murung Raya dan daerah sekitarnya,” ujarnya.
Jembatan KH Hasan Basri Muara Teweh dengan bentang sepanjang 270 meter dengan lebar lima meter berkonstruksi baja Australia yang dibangun pada 1990 oleh Bupati Barito Utara ketika itu dijabat A Dj.Nihin.
Baca juga: Bupati Barut pastikan pembangunan infrastruktur di Teweh Selatan--Montallat sesuai rencana
Jembatan tersebut merupakan sarana angkutan penumpang dan barang yang menghubungkan Kabupaten Barito Utara dan Murung Raya menuju Palangka Raya dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang diresmikan pada 15 Februari 1995 oleh Menteri Penerangan RI Harmoko ketika itu.
Jembatan yang namanya diambil dari nama seorang tokoh nasional kelahiran Muara Teweh yaitu mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat almarhum KH Hasan Basri yang juga mertua mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris itu pada 2009 silam pernah di survei pejabat Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan untuk mengetahui apakah jembatan itu mengganggu pelayaran atau tidak.
Baca juga: Bupati Barut komitmen tingkatkan listrik desa untuk pemerataan pembangunan
"Kondisi jembatan sudah tidak sesuai atau mampu lagi dilewati secara normal dengan kepadatan lalu lintas angkutan kapal dan tongkang yang melintasi bawah jembatan," kata Kasubdit Audit Keselamatan Direktorat Keselamatan Transportasi Darat Ditjen Perhubungan Darat, Rasman Ginting ketika itu.
Arus lalu lintas tongkang dan kapal yang mengangkut hasil tambang khususnya batu bara tidak sesuai dengan lebar bentang jembatan dengan ukuran kapal dan tongkang.
Selain itu, kata dia, ketinggian ruas bebas lantai jembatan dengan ketinggian muatan atau tinggi kapal sudah tidak seimbang.
"Setelah saya mensurvei secara langsung kondisi jembatan dengan padatnya tongkang tambang yang lewat, konstruksinya sudah saatnya diubah," kata dia saat itu.
Baca juga: Shalahuddin komitmen tingkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat
Baca juga: Pemkab Barito Utara sosialisasikan program pelebaran jalan dan WFC
Baca juga: Pemkab Barut larang pelangsir BBM dan atur jadwal kendaran dinas di SPBU Perusda
Pewarta : Kasriadi
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
