Logo Header Antaranews Kalteng

Kelebihan beban hingga pelat besi dicuri perparah kerusakan Jembatan Patah Sampit

Rabu, 21 Januari 2026 21:46 WIB
Image Print
UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Kotim melakukan pemeliharaan Jembatan Patah, Rabu (21/1/2026). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Kondisi Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah yang kian memprihatinkan pasalnya disebabkan maraknya kendaraan dengan muatan berlebih serta aksi pencurian material pelat besi secara berulang.

“Berdasarkan pengamatan kami di lapangan, penyebab utama dari kerusakan jembatan ini lantaran kendaraan angkutan yang melebihi tonase. Bahkan, saat kami bekerja kadang ada mobil tronton, fuso hingga CPO yang muatannya sampai 35 ton masih lewat,” kata Pengawas Lapangan UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Alfian di Sampit, Rabu.

Ia mengungkapkan bahwa mobilitas angkutan berat menjadi penyebab tertinggi kerusakan. Banyak kendaraan besar yang melintas dengan beban jauh di atas kapasitas maksimal jembatan yang hanya 12 ton.

Sementara menurutnya, jika hanya dilalui kendaraan pribadi, jembatan tersebut seharusnya bisa digunakan untuk jangka panjang tanpa sering mengalami kerusakan fatal.

"Kalau bebannya luar biasa seperti sekarang, tidak bisa memang untuk jangka panjang. Makanya, mau tidak mau harus sering dilakukan pemeliharaan. Terkadang baru sebulan sudah harus kami lakukan pemeliharaan lagi, tergantung situasi, kalau sudah sangat membahayakan,” tambahnya.

Kerusakan struktural pada jembatan berusia lebih dari 20 tahun ini bukan hanya akibat termakan usia dan kendaraan muatan berlebih, tetapi juga ada andil dari tangan-tangan jahil yang mencuri bagian dari material jembatan itu.

Alfian menyebutkan, pada 2024 setidaknya ada dua pelat besi pada jembatan itu yang hilang, lalu pada 2025 satu lembar lagi hilang, meskipun setiap pelat yang hilang itu akan langsung diganti dengan yang baru.

Baca juga: Kotim berpartisipasi pecahkan rekor MURI Edukasi Gizi Serentak

Kasus terbaru terjadi beberapa hari lalu. Selembar pelat besi ditemukan beberapa meter dari jembatan diduga kuat juga akan dicuri, tetapi karena lalu lintas di lokasi itu cukup padat, sehingga pelaku meninggalkan pelat tersebut di pinggir jalan dan menunggu waktu yang tepat untuk membawanya.

“Kami menduga itu dicuri karena pelat besi ini cukup berat. Untuk mengangkat satu pelat saja butuh beberapa orang dewasa, jadi kemungkinan itu terbawa angin dan semacamnya jelas tidak mungkin. Tapi setiap yang hilang selalu kami ganti,” ujarnya.

Dengan kondisi anggaran daerah saat ini belum memungkinkan untuk dilakukan pembangunan ulang terhadap Jembatan Patah, sehingga kegiatan pemeliharaan menjadi solusi satu-satunya saat ini agar jembatan itu tetap fungsional. Seperti yang dilakukan pada Rabu (21/1).

UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan yang berada di bawah Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim ini kembali melakukan pemeliharaan setelah kurang lebih dua bulan dari kegiatan pemeliharaan sebelumnya.

“Kegiatan hari ini untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat mengenai kondisi jembatan ini dan atas instruksi dinas, sehingga kami melakukan pemeliharaan dengan mengganti kayu-kayu yang rusak dan memasang baut-baut untuk pelat-pelat besi,” sebutnya.

Pekerjaan ini diperkirakan memakan waktu dua hari. Selama perbaikan yang dimulai pukul 07.30 hingga 13.00 WIB, akses jembatan ditutup total sementara. Namun, petugas akan membuka kembali jalur tersebut saat jam istirahat agar aktivitas masyarakat tidak sepenuhnya terganggu.

“Estimasi pengerjaan ini sekitar dua hari. Kami akan bekerja semaksimal mungkin meskipun di cuaca belakangan ini cukup panas menyengat saat siang hari. Ini agar jembatan kembali nyaman dan aman dilalui oleh masyarakat,” demikian Alfian.

Baca juga: Satlantas Polres Kotim gelar doa bersama demi cegah laka lantas

Baca juga: DLH Kotim siapkan pemanggilan pihak terkait pengolahan limbah sawit di PT Sampit

Baca juga: PN Sampit targetkan penerapan KUHP dan KUHAP baru mulai Februari



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026