Logo Header Antaranews Kalteng

Konsentrasi Pengamanan Bergeser Ke Kantor KPU Kotawaringin Timur

Senin, 7 September 2015 13:02 WIB
Image Print
Kesiagaan Polisi Untuk Pilkada Kotim Kepolisian Resor Kotawaringin Timur menggelar simulasi pengendalian massa pengamanan pemilu kepala daerah. Simulasi ini untuk melatih kesiagaan personel mengantisipasi terjadinya aksi anarkis massa. (Foto Antara K
Putusan Panwaslu sudah dikeluarkan, proses selanjutnya kita serahkan bagaimana sikap KPU...."

Sampit (Antara Kalteng) - Konsentrasi pengamanan oleh Kepolisian Resor Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah pascakeluarnya keputusan Panitia Pengawas Pemilu, kini difokuskan pada kantor Komisi Pemilihan Umum daerah itu.

"Putusan Panwaslu sudah dikeluarkan, proses selanjutnya kita serahkan bagaimana sikap KPU. Pengamanan di kantor KPU tentu kita tingkatkan, begitu juga kepada personelnya," kata Kapolres Kotim, AKBP Hendra Wirawan di Sampit, Senin.

Minggu (6/9) siang, Panwaslu memutuskan KPU meloloskan pasangan Muhammad Rudini-H Supriadi sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kotim. Sebelumnya, mereka melaporkan KPU ke Panwaslu karena tidak meloloskan mereka sebagai pasangan calon peserta pilkada. Ini merupakan pengaduan kedua pasangan dengan slogan "Zamrud" ini ke Panwaslu, karena sebelumnya mereka juga mengadu ketika berkas pendaftaran mereka dikembalikan oleh KPU.

Saat penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kotim pada 24 Agustus lalu, KPU Kotim hanya menetapkan tiga pasangan calon. Sehari kemudian dilakukan penetapan nomor urut pasangan calon yaitu Djunaidy Drakel-Heriyanto (Djuara) mendapat nomor urut 1, pasangan H Supian Hadi-HM Taufiq Mukri (Sahati) nomor urut 2 dan pasangan Muhammad Arsyad-H Nadiansyah (Madani) nomor urut 3.

Meski Panwaslu sudah merekomendasikan agar KPU Kotim menetapkan pasangan Muhammad Rudini-H Supriadi sebagai peserta pilkada, namun belum diketahui apa sikap KPU Kotim yang diberi waktu tiga hari untuk melaksanakan putusan Panwaslu. Untuk mengantisipasi meningkatnya suhu politik dan terjadinya hal tidak diinginkan, Polres Kotim kembali meningkatkan kewaspadaan.

"Separuh personel Polres yang disiagakan sejak beberapa waktu lalu, tetap berjaga," tegas Hendra seraya menambahkan bahwa pihaknya juga diperkuat pasukan Brimob dan Ditpolair Polda Kalteng.

Hendra mengimbau masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketenteraman daerah agar Kotim selalu kondusif. Ketidakpuasan atau protes terhadap jalannya pelaksanaan pilkada, diharapkan disalurkan dengan benar melalui Panwaslu maupun pengaduan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. Dia mengingatkan, siapapun yang bertindak anarkis akan ditindak tegas.



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026