Logo Header Antaranews Kalteng

Ribuan Warga Terserang ISPA Dalam Dua Pekan

Senin, 21 September 2015 17:14 WIB
Image Print
Ilustrasi - Jumlah penderita penyakit ISPA yang datang ke Puskesmas Arut Selatan meningkat akibat kabut asap, sebagian besar diderita anak-anak. (Foto Alfa)
Penderita ISPA meningkat drastis tersebut terlihat dari minggu pertama sebanyak 3.228 kasus dan minggu kedua 3.903 kasus,"

Palangka Raya (Antara Kalteng)- Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah mencatat penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) akibat kabut asap di provinsi tersebut selama dua pekan di bulan September 2015 mencapai 7.131 orang.

"Penderita ISPA meningkat drastis tersebut terlihat dari minggu pertama sebanyak 3.228 kasus dan minggu kedua 3.903 kasus," Kepala Dinkes Kalteng Suprastidja di Palangka Raya, Senin.

Namun peningkatan jumlah kasus tersebut belum dapat ditetapkan sebagai kondisi luar biasa (KLB) oleh Pemda setempat.

Suprastidja mengatakan Dinkes Provinsi bersama Kabupaten/Kota tetap melakukan penanganan dan memprioritaskan anak-anak maupun ibu hamil.

Berdasarkan data Dinkes Kalteng, penderita ISPA terbanyak di Kota Palangka Raya 1.620 orang, Kabupaten Kotawaringin Timur 1.157 orang, Barito Selatan 1.084 orang, Kotawaringin Barat 754 orang, Barito Timur 643 orang dan Katingan 430 orang.

Kemudian Kabupaten Pulang Pisau 316 orang, Sukamara 242 orang, Murung Raya 200 orang, Sukamara 162orang, Kapuas 156 orang, Lamandau 112 orang, Gunung Mas 74 orang dan Barito Utara 70 orang.

"Data ini berasal dari pemerintah kabupaten/kota se-Kalteng. Setiap minggu pemerintah kabupaten/kota mengirim data ISPA kepada pemerintah provinsi," kata Suprastidja.

Kepala Dinkes Kalteng itu mengharapkan masyarakat di Provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai" itu mengurangi aktivitas diluar rumah dan jika harus keluar rumah karena aktivitas sangat penting, disarankan menggunakan masker.

Dia mengatakan kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan bisa mengakibatkan berbagai penyakit mulai dari ISPA, iritasi, penyakit paru-paru obstruktif kronik, penyakit jantung maupun asma.

"Saya berharap masyarakat memperbanyak istirahat di rumah. Jangan lupa untuk memperbanyak mengkonsumsi air putih dan buah-buahan. Lebih baik mencegah daripada mengobati," demikian Suprastidja.



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026