Logo Header Antaranews Kalteng

Lion Air: Sejarah Maskapai dengan Armada Terbesar

Rabu, 18 November 2015 21:32 WIB
Image Print
Pesawat Lion Air. (Foto Istimewa)

Lion Air dikenal sebagai maskapai yang menawarkan kebijakan low cost airline, sehingga tiket pesawat Lion Air memang dikenal lebih murah dibandingkan tiket maskapai lainnya. Kendati demikian, ada banyak insiden tidak mengenakkan, yang sebagian besar berhubungan dengan pelayanan Lion Air kepada penumpang. Kendati ada banyak masalah di seputar pelayanan, Lion Air tetaplah dipilih oleh sebagian besar orang yang mendambakan penerbangan murah.

Lion Air berada di bawah naungan PT Lion Mentari Airlines, yang pertama kali eksis pada Oktober 1999. Lion Air mulai berada di udara dalam penerbangan pertama yang berlangsung pada 30 Juni 2000. Lebih jauh lagi, walau publik mengenal Lion sebagai maskapai yang menerapkan kebijakan low cost airline, pada intinya maskapai tersebut menyasar segmen pasar hybrid carrier, yang pada intinya bermaksud memadukan layanan penerbangan medium dan berbiaya murah.

Karena intinya adalah pelayanan hybrid, maka Lion menawarkan penerbangan dua kelas, yakni Bisnis dan Ekonomi. Untuk kelas ekonomi, Lion Air menyediakan fasilitas berupa kursi penumpang yang terbuat dari kulit yang antara satu dengan lainnya berjarak 29 inch, serta bagasi berkapasitas 20 kilogram.

Sedangkan untuk para penumpang di kelas Bisnis, Lion Air menawarkan kursi kulit dengan jarak antara kursi sebesar 38 inch; selain itu, para penumpang kelas bisnis mendapatkan fasilitas bagasi sebesar 30 kilogram, minuman, makanan dan pre-flight drink. Rute domestik yang dilayani oleh Lion Air adalah yang paling banyak, mencakup kombinasi antara rute yang menyambungkan banyak kota di Indonesia.

Armada Terbesar

Sebagaimana banyak kisah-kisah lain tentang sebuah maskapai, Lion Air juga memulai dari penerbangan kecil untuk rute domestik. Maskapai tersebut memulai dari biro perjalanan bernama Lion Tours. Perjalanan perdana pada tahun 2000 dimulai dengan sebuah pesawat Boeing 737-200.

Walau sering mendapat masalah berupa keluhan dari penumpang, Lion Air masih disebut-sebut maskapai dengan armada terbesar di Indonesia. Maskapai tersebut mengoperasikan lebih dari 80 pesawat, yang terdiri dari Boeing 737-400, Boeing 737-800 (Next Gen), dan Boeing 737-900ER.

Pada bulan Maret 2013 silam, maskapai tersebut juga mencatatkan diri sebagai maskapai yang melakukan transaksi terbesar, dengan membeli 234 buah Airbus A320. Jumlah tersebut masih ditambah dengan 110 pesawat Boeing 737-900ER. Lion air pun sempat ingin membeli pesawat buatan pak Habibie. Untuk rute, sampai saat ini Lion telah melayani 36 rute penerbangan ke sejumlah kota di Indonesia.

Untuk taraf internasional, Vietnam, Malaysia, dan Singapura adalah rute penerbangan yang juga dilayani oleh Lion Air. Jadi dari segi rute maupun ketersediaan armada, Lion boleh dibilang menyediakan banyak pilihan rute perjalanan bagi para penumpang, sehingga lebih fleksibel.

Untuk rute perjalanan internasional, Lion Air menambah lebih banyak perjalanan sampai ke negara seperti India, Arab Saudi, Nepal, Bangladesh, dan destinasi yang populer seperti Vietnam. Hanya saja, meski menawarkan banyak pilihan tujuan penerbangan, Lion Air tidak menerapkan sistem pergantian rute.

Jadi ketika memesan tiket, Anda harus memastikan bahwa Anda akan benar-benar pergi ke rute tujuan seperti yang telah ditentukan. Anda bisa mencari informasi pemesanan tiket di situs booking sekelas Traveloka yang sudah familiar di telinga masyarakat Indonesia.

Kebijakan Lain

Tiket pesawat Lion Air bisa dikembalikan atau dibatalkan minimum sampai empat jam sebelum berangkat. Selain itu, Lion Air juga menawarkan kekhasan lain dalam hal seragam pramugari yang didominasi warna biru tua dan merah dengan tambahan aksen berupa garis biru vertikal. Corak batik yang menempel pada seragam pramugari membuat Lion Air memiliki ciri khas tersendiri.



Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026