Logo Header Antaranews Kalteng

Legislator: Jelang UN Guru Harus Di Tempat

Sabtu, 26 Maret 2016 15:19 WIB
Image Print
Ilustrasi, Pelaksanaan ujian nasional sistem online di SMKN 2 Sampit sempat terganggu akibat pemadaman listrik, Selasa (14/4). Bupati Kotawaringin Timur, H Supian Hadi sempat membantu peserta mempersiapkan perangkat ketika listrik dihidupkan mengguna

Sampit (Antara Kalteng) - Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rimbun meminta seluruh guru SMA sederajat di daerah itu untuk tetap berada di tempat tugasnya karena saat ini menjelang pelaksanaan ujian nasional (UN).

"Dalam waktu dekat kami melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sekolah untuk melihat langsung persiapan UN," katanya di Sampit, Sabtu.

Kunjugan kerja sejumlah anggota dewan tersebut tidak hanya ke sekolah di dalam kota Sampit saja, namun juga ke beberapa sekolah yang berada di luar kota.

Selain untuk melihat secara langsung persiapan UN, kunjugan anggota dewan juga untuk memastikan jika guru di luar sekolah selalu ada di tempat tugas.

Rimbun juga enggan menyebutkan sekolah yang akan dikunjungi nantinya, hal itu agar tidak diketahui para guru pihak sekolah yang akan dikunjunginya.

"Kita ingin memastikan guru selalu ada ditempat tugas, sebab belum lama ini kami mendapatkan laporan beberapa guru di luar Kota Sampit sering meninggalkan tempat tugasnya," katanya.

Lebih lanjut Rimbun mengatakan, menjelang UN bahnyak hal yang perlu dipersiapkan, untuk itu guru harus selalu di tempat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur Ahcmad Syaifudi mengatakan, UN SMA sederajat yang akan digelar 4-7 April 2016 nantinya akan diikuti sedikitnya 3.991 siswa.

"Dari 3.991 siswa yang terdaftar dan akan mengikuti UN tersebut masing-masing terdiri dari SMA sebanyak 1.962 murid, SMK 1.650 pelajar dan MAN sebanyak 379 anak didik," ucapnya.

UN tingkat SMA sederajat nantinya akan digelar dengan dua cara, yakni secara manual dan Computer Base Test (CBT) atau online.

Untuk secara manual lembar jawaban dikerjakan pada lembaran kertas, sedangkan online atau dalam jaringan/daring menggunakan internet.

Syaifudi mengatakan, untuk UN secara online nantinya akan digelar di tujuh sekolah yang ada di Kotawaringin Timur.

Ketujuh sekolah yang sudah siap melaksanakan UN online tersebut masing-masing SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMKN 1, SMKN 2 Sampit, SMKN Kotabesi dan SMKN Cempaga.

"Jumlah sekolah yang melaksanakan ujian dengan cara CBT atau online pada 2016 meningkat dibanding tahun lalu yang hanya satu sekolah yaitu SMKN 2 Sampit," terangnya.



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026