Logo Header Antaranews Kalteng

DPRD Ingin PLN Bijak Terkait Pemadaman Listrik

Sabtu, 26 Maret 2016 16:56 WIB
Image Print
Ilustrasi, (FOTO ANTARA Kalteng/Ronny NT)

Palangka Raya (Antara Kalteng) - Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menginginkan adanya sikap bijak perusahaan listrik negara terkait pemadaman listrik yang hingga kini tak kunjung selesai di daerah itu.

"Kami ingin PT PLN yang daerah ini bersikap bijak mengenai pemadaman listrik di Palangka Raya, terutama menjelang pelaksanaan ujian nasional (UN) berbasis komputer yang dilakukan di sejumlah sekolah," kata anggota Komisi C DPRD Palangka Raya, Budi Susilo, Sabtu.

PT PLN seharusnya mendukung sekaligus menyukseskan UN berbasis komputer di sejumlah sekolah di Palangka Raya. Jangan hanya diam, namun berikan kepastian apakah saat pelaksanaan berlangsung nanti terganggu pemadaman listrik atau tidak.

"Hal inilah yang ingin kami ketahui dari PLN. Perlu adanya kebijakan mendasar atas permasalahan tersebut sehingga, saat UN berbasis komputer tidak mengganggu peserta didik maupun pihak sekolah," kata Politisi PDI Perjuangan itu.

Bukan hanya sekolah yang dirugikan tapi para pedagang juga akan mengalami kerugian. Permasalahan ini tentu akan berimbas bagi pedagang di Palangka Raya. Omzet bisa saja menurun akibat pemadaman listrik yang hingga kini masih terjadi, katanya.

Salah satu penjahit komplek pasar Kameloh Sas mengatakan, sebelum adanya pemadaman listrik bergilir, pendapatannya mampu menghasilkan Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per hari.

"Ketika seringnya terjadi pemadaman listrik bergiliran, omzet jahitan pakaian kami menurun drastis. Sebab, pelanggan yang ingin menjahit bajunya terpaksa mengurungkan niatnya untuk menjahit," kata warga asal Banjarmasin itu.

Dia PT PLN dapat mengatasi masalah yang dari dahulu masih terus terjadi di Palangka Raya.

"Kasian para penjahit lainya harus terpakasa menghentikan pekerjaannya hingga listrik menyala. Sedangkan untuk menggunakan generator listrik, kami belum mampu membelinya," katanya.



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026