Logo Header Antaranews Kalteng

Daging Rusa Jadi Pilihan Masyarakat Sampit

Rabu, 13 April 2016 12:33 WIB
Image Print
Harga daging rusa lebih murah dibanding daging sapi, rasanya juga tidak jauh beda. Mumpung ada yang menjual, jadi saya beli,"

Sampit (Antara Kalteng) - Harga daging sapi di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah membuat masyarakat di ibu kota Kabupaten Sampit itu beralih membeli daging rusa yang dalam bahasa daerah tersebut disebut menjangan.

"Harga daging rusa lebih murah dibanding daging sapi, rasanya juga tidak jauh beda. Mumpung ada yang menjual, jadi saya beli," kata Ria, warga Sampit, Selasa.

Seperti terlihat di Pasar Keramat, penjual daging menjangan langsung diserbu pembeli. Warga berebut membeli karena daging menjangan hanya dijual Rp90.000/Kg, sementara daging sapi masih bertahan Rp130.000/Kg.

Kondisi ini memang cukup berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Saat harga daging sapi masih di bawah Rp100.000/Kg, daging menjangan kurang diminati karena masyarakat menilai rasanya tidak seenak daging sapi. Namun karena kini harga daging sapi mahal, bahkan pernah mencapai Rp150.000/Kg, masyarakat pun mulai beralih mengonsumsi daging menjangan.

Masyarakat berebut membeli karena belum tentu tiap hari ada pedagang yang menjual daging menjangan. Penjualnya pun biasanya bukan pedagang tetap yang biasa berjualan di pasar tersebut. Biasanya, penjual daging menjangan adalah warga dari pelosok yang turun ke Sampit menjual menjangan hasil buruan mereka dengan berjualan di pinggir-pinggir jalan kawasan pasar.

"Ini kebetulan saja ada karena kami memang tidak berburu menjangan. Kalau kebetulan ketemu di hutan, ya ditangkap dan dijual ke Sampit. Jadi hanya pekerjaan sampingan saja," kata penjual daging menjangan yang mengaku bernama Heri.

Dia mengaku pernah mendengar bahwa berburu menjangan tidak diperbolehkan. Namun dia berdalih, menjangan yang dijualnya bukan hasil perburuan karena secara tidak sengaja menemukan menjangan dan menangkapnya. Sehari-hari dia mengaku bekerja sebagai petani karet.




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026