Logo Header Antaranews Kalteng

Sistem Online Tiket Kapal Laut Cegah Kecurangan

Jumat, 13 Mei 2016 08:20 WIB
Image Print
Ilustrasi - Kapal Pelni. (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)
...Ketika kapasitas dibuka di aplikasi, maka jumlahnya hanya itu dan tidak ada penambahan. Jumlahnya sesuai regulasi pemerintah,"

Sampit (Antara Kalteng) - Pemberlakuan sistem online dalam layanan tiket kapal laut, dilakukan untuk mencegah terjadinya berbagai bentuk kecurangan yang mungkin dilakukan calon penumpang, calo atau pihak lainnya.

"Penjualan tiket sudah full online. Ketika kapasitas dibuka di aplikasi, makanya jumlahnya hanya itu dan tidak ada penambahan. Jumlahnya sesuai regulasi pemerintah," kata Kepala PT Pelayaran Nasional Indonesia Cabang Sampit, Lamson Ompusunggu di Sampit, Kamis.

Penjualan tiket akan diperketat. Setiap pembeli tiket, calon penumpang wajib menunjukkan kartu identitas asli dan menyerahkan fotokopi kartu identitas tersebut. Saat masuk ke terminal penumpang menjelang keberangkatan, petugas akan mengecek kartu identitas dan mencocokkannya dengan calon penumpang yang datang tersebut.

Kebijakan ini sudah dilakukan sejak Desember lalu dan terus disosialisasikan. Namun, kini pemberlakuannya diperketat lantaran jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Sampit dipastikan akan meningkat tajam seiring tibanya musim arus mudik lebaran Idul Fitri 1437 Hijriyah nanti.

Saat musim arus mudik lebaran Idul Fitri tahun lalu, PT Pelni sempat memberlakukan toleransi dengan mengangkut penumpang hingga 1.800 orang. Namun tahun ini mereka tidak ingin mengambil risiko sehingga jumlah penumpang yang diangkut hanya sesuai kapasitas maksimal kapal yaitu sekitar 1.600 orang.

"Sistem ini diharapkan mampu mencegah munculnya kecurangan, seperti tiket palsu dan lainnya. Agen tetap melayani dan persyaratannya sama dengan persyaratan yang diberlakukan Pelni. Agen yang melanggar aturan maka agen tersebut akan dicabut izin kerjasamanya," tegas Lamson.

Sistem online ini juga dinilai efektif untuk mencegah terjadinya penumpukan penumpang. Dengan memesan tiket sesuai prosedur resmi, calon penumpang akan tahu kapan mereka diberangkatkan sehingga tidak buru-buru datang ke pelabuhan.

Sementara itu, Jumlah penumpang mudik lebaran Idul Fitri 2016 atau 1436 Hijriah melalui Pelabuhan Sampit diperkirakan menurun dibanding tahun lalu. Namun tim terpadu memutuskan tetap bersiap untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan penumpang.

"Kalau dilihan jumlah penumpang yang "stay" (penumpang dari luar daerah yang menetap di Kotawaringin Timur saat arus balik) dari pasca lebaran sampai hari ini hanya sebanyak 28.512 orang. Tahun lalu yang "stay" sebanyak 52.000 orang. Artinya kalau melihat angka ini jelas jumlahnya turun. Tapi kita tidak mau berisiko. Kita antisipasi misalkanya 28.512 itu mudik semua," kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sampit, Benny Noviandinudin.




Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026