
Relokasi dermaga penyeberangan Sampit-Seranau masih pembahasan

Sampit (ANTARA) - Rencana relokasi dermaga penyeberangan Sampit-Seranau Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah belum bisa dilakukan karena masih dibahas lebih lanjut, khususnya terkait keberadaan dermaga dari arah Kota Sampit yang berada di lahan milik Inhutani.
"Dermaga penyeberangan di Seranau sudah direhab, yang jadi kendala kan dermaga di Sampit karena itu aset punya Inhutani. Saat ini kami masih berupaya bersama Dinas Perhubungan untuk bisa direlokasi," kata Camat Seranau Dwi Kushendro di Sampit, Rabu.
Belum adanya jalan darat yang memadai menuju Kecamatan Seranau, membuat feri penyeberangan menjadi andalan warga. Setiap hari, ratusan warga beserta kendaraan roda dua menyeberang menggunakan feri penyeberangan.
Untuk itulah, keberadaan dermaga feri penyeberangan sangat diperlukan. Bahkan pemerintah daerah berencana meningkatkan agar dermaga bisa digunakan untuk feri penyeberangan mobil.
Jika ini terealisasi, harapannya aktivitas masyarakat semakin lancar dan meningkat. Selain untuk kelancaran kegiatan sosial, pendidikan dan kesehatan, peningkatan ini juga diharapkan bisa mendongkrak laju perekonomian masyarakat di kawasan seberang tersebut.
Wacana relokasi muncul lantaran dermaga arah Sampit saat ini berada di lahan milik Inhutani. Kondisi ini membuat pemerintah daerah terkendala jika ingin mengembangkan dermaga tersebut karena status lahannya bukan milik pemerintah daerah.
Baca juga: Pemkab Kotim dukung penuh penguatan swasembada pangan nasional
Oleh karena itulah muncul wacana merelokasi dermaga penyeberangan di kedua lokasi. Harapannya, relokasi juga diikuti dengan pembangunan dermaga yang lebih representatif.
Dwi menyebutkan, dermaga feri di Seranau saat ini telah mengalami peningkatan fasilitas. Rehabilitasi yang dilakukan meliputi perbaikan lantai dermaga, pengecatan, serta penambahan penerangan untuk menunjang keselamatan pengguna jasa penyeberangan.
Untuk rencana pembangunan dermaga permanen di Seranau, lokasinya sudah ditetapkan, yakni di ujung Kampung Hulu, tidak jauh dari posisi dermaga yang ada saat ini.
“Di Seranau lokasinya sudah jelas, di ujung Kampung Hulu. Badan jalannya juga sudah ada, tinggal realisasi pembangunan dermaga permanen,” ujarnya.
Sementara itu untuk lokasi dermaga di Sampit, kata Dwi, pihaknya masih menunggu informasi terkait keputusan akhir pemerintah daerah. Masalah ini sedang dalam pembahasan intensif.
“Untuk dermaga penyeberangan di Sampit, informasinya kemarin sudah ada lokasi, hanya saja kami belum menerima kepastian detail letaknya di mana,” demikian Dwi.
Baca juga: Raih UHC Awards 2026, Pemkab Kotim terus tingkatkan kualitas pelayanan kesehatan
Baca juga: Parkir ganggu lalu lintas, Dishub Kotim tegur pengelola kafe
Baca juga: DPRD Kotim dorong pengusulan bantuan peningkatan revitalisasi sekolah
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
