
Pemkab Kotim dukung penuh penguatan swasembada pangan nasional

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah terus berusaha meningkatkan produksi pertanian sebagai wujud nyata dukungan penuh terhadap penguatan swasembada pangan secara nasional.
"Program yang akan kita lakukan di tahun 2026 sebenarnya lebih pada mendukung program yang dilakukan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia dalam rangka swasembada pangan. Program swasembada pangan ini sudah digaungkan sejak Bapak Presiden terpilih," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotawaringin Timur, Permata Fitri di Sampit.
Secara nasional Presiden Prabowo Subianto pada 7 Januari 2026 lalu telah menyatakan bahwa Indonesia sudah swasembada pangan.
Menurutnya, ada pilar utama pokok yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian ke seluruh Indonesia. Salah satu tujuan pokoknya difokuskan pada komoditas padi atau beras.
Kotawaringin Timur merupakan salah satu lokus yang dijadikan sebagai penyangga pangan Kalimantan Tengah. Kotawaringin Timur menjadi penghasil beras ketiga setelah Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.
Selain itu luas baku lahan sawah yang dimiliki kabupaten ini juga sangat mendukung untuk program swasembada pangan di daerah, sekaligus berkontribusi terhadap swasembada pangan nasional.
"Program ini ada beberapa yang dilakukan semuanya berasal dari pusat, yakni perluasan luas baku sawah yang dilakukan dengan cara percetakan sawah, peningkatan indeks pertanaman yang dilakukan dengan cara optimalisasi lahan, serta memaksimalkan mekanisasi pertanian," ujar Fitri.
Baca juga: Raih UHC Awards 2026, Pemkab Kotim terus tingkatkan kualitas pelayanan kesehatan
Selama ini di Kabupaten Kotawaringin Timur melakukan pengawalan dari seluruh program yang dijalankan pemerintah pusat dengan lokus di kabupaten ini. Secara umum, program ini tidak terpengaruh oleh efisiensi anggaran yang harus dijalankan pemerintah daerah.
Setiap provinsi se-Indonesia diawasi oleh penanggung jawab swasembada pangan dari Kementerian Pertanian. Untuk Kalimantan Tengah penanggungjawabnya adalah Dirjen Tanaman Pangan, sedangkan penanggung jawab di Kabupaten Kotawaringin Timur adalah Direktur Alsintan Pascapanen.
Semua pihak diharapkan mengawal suksesnya swasembada pangan dan ketahanan pangan. Setiap Jumat malam dilakukan rapat evaluasi untuk melihat sejauh mana progres pekerjaan di lapangan.
Dalam hal sumber daya manusia, tenaga penyuluh pertanian se-Indonesia terhitung 1 Januari 2026, status kepegawaian mereka sudah masuk di Kementerian Pertanian. Keberadaan mereka sangat penting dalam rangka mendukung swasembada pangan itu sudah
"Terkait efisiensi anggaran kita tidak terlalu terpengaruh dalam rangka menjalankan program. Tapi memang kami ada pengurangan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk efisiensi. Pengurangan itu dari program dan pengurangan totalitas gaji penyuluh pertanian karena sekarang ditarik ke pusat," demikian Permata Fitri.
Baca juga: Parkir ganggu lalu lintas, Dishub Kotim tegur pengelola kafe
Baca juga: Disdik Kotim optimalkan peluang bantuan pemerintah pusat
Baca juga: DPRD Kotim dorong pengusulan bantuan peningkatan revitalisasi sekolah
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
