
DPKP Kotim siap dukung dan pertahankan swasembada pangan nasional

Sampit (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung dan mempertahankan status swasembada pangan nasional yang resmi dicanangkan pada awal 2026.
“Kebetulan 7 Januari 2026 kemarin, bertepatan dengan HUT ke-73 Kotim, Presiden resmi mengumumkan swasembada pangan nasional. Artinya pemerintah Indonesia dengan adanya program swasembada pangan yang turun sampai tingkat kabupaten/kota pada 2026 sudah tidak mengimpor beras dari negara lain,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKP Kotim Permata Fitri di Sampit, Minggu.
Ia menjelaskan, tercapainya swasembada nasional ini merupakan hasil sinergi antar pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten/kota. Untuk wilayah Kotim sendiri, produksi pangan khususnya beras saat ini telah memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Berdasarkan perhitungan konsumsi rata-rata penduduk sebesar 82,58 kilogram per kapita per tahun dikalikan dengan jumlah masyarakat Kotim, yakni 452.867 jiwa, maka stok yang tersedia sudah memenuhi bahkan lebih.
Baca juga: Diskan Kotim bentuk tim terpadu penanganan buaya
Lebih detailnya, data DPKP Kotim mencatat produksi gabah pada 2025 mencapai 84.239 ton, yang setelah diproses menjadi beras konsumsi menghasilkan 49.778 ton. Angka ini jauh di atas kebutuhan beras masyarakat Kotim yang sebanyak 37.398 ton.
“Alhamdulillah, dari perhitungan kita sudah mampu memenuhi kebutuhan sendiri. Kalau dibagi per bulan itu rata-rata konsumsi masyarakat kita 6-7 kilogram per kapita, sementara produksi kita sudah lebih dari itu,” lanjutnya.
Ia menambahkan, keberhasilan ini didukung oleh sistem hilirisasi yang berjalan baik. Pemerintah pusat telah menjalin kerjasama dengan Bulog untuk mengatasi kelebihan produksi.
Bulog yang akan berperan aktif menyerap gabah kering panen dari petani untuk dijadikan cadangan beras pemerintah (CPB). Kemudian, distribusi hasil panen sepenuhnya dikelola oleh Bulog melalui jaringan gudang di berbagai wilayah guna menjaga stabilitas stok.
“Stok beras yang ada di Bulog ini juga menjadi acuan Presiden dalam mengumumkan swasembada pangan nasional kemarin. Di sisi lain, DPKP Kotim berkomitmen untuk terus menjaga produktivitas di sektor hulu, seperti penanaman padi, perbaikan irigasi dan lainnya,” demikian Fitri.
Baca juga: DPKP Kotim: Drone pertanian dari Kementan bantu efisiensi kerja di lapangan
Baca juga: Riuh suara penonton warnai kemeriahan mangaruhi dalam FBHH Kotim 2026
Baca juga: Bupati Kotim apresiasi PT BGA Group tampilkan produk binaan lokal di Sampit Expo
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
