
Bupati Kotim apresiasi PT BGA Group tampilkan produk binaan lokal di Sampit Expo

Sampit (ANTARA) - Konsistensi keikutsertaan PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group di ajang tahunan Sampit Expo dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kotawaringin Timur, mendapat apresiasi dari Bupati Halikinnor.
"Saya berterima kasih kepada PT BGA yang telah berpartisipasi, dan ini juga sebagai contoh agar perusahaan-perusahaan lainnya juga di tahun depan dapat juga berpartisipasi seperti ini ," katanya Jumat malam (9/1).
Apresiasi itu disampaikan Halikinnor saat memantau suasana Sampit Expo 2026 di kawasan Stadion 239 Nopember Sampit. Kegiatan rangkaian HUT ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur ini digelar mulai 7-14 Januari 2026.
Halikinnor bersama Ketua PKK Kotim Khairiah Halikinnor didampingi Wakil Bupati Irawati, Penjabat Sekretaris Daerah Umar kaderi dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah lainnya menyempatkan mampir ke stan PT BGA Group.
Rombongan disambut Koordinator CSR Kalteng Widiyanto dan tim. Mereka sekaligus memperkenalkan sejumlah produk UMKM yang ditampilkan pada stan tersebut.
Sejumlah produk aneka pangan yang ditampilkan seperti kripik pisang, peyek , dan stik. Ada pula beberapa kerajinan tangan seperti baju adat, sumping dan lawung yang merupakan asli buatan warga lokal.
Halikinnor memuji semua tampilan produk yang disajikan oleh PT BGA karena merupakan hasil dari olahan dan kerajinan tangan UMKM binaan perusahaan. Ini wujud nyata membantu memperkenalkan hasil produk UMKM lokal binaan kepada masyarakat luas, mulai di tingkat lokal hingga tingkat provinsi, bahkan nasional.
"Apalagi pengunjung di Sampit Expo ini kan kan beragam, tidak hanya dari Kota Sampit saja, sehingga sangat tepat jika menjadi upaya promosi produk-produk UMKM terutama yang menjadi binaan perusahaan," tuturnya.
Wakil Bupati Kotim Irawati juga menyampaikan terima kasih kepada PT BGA Group sudah melakukan pembinaan terhadap masyarakat Kotim, terutama para UMKM yang juga karyawan serta masyarakat sekitar perusahaan BGA group beroperasi. Langkah ini membuat UMKM sangat merasa terbantu terutama dalam hal memasarkan produk-produk yang mereka buat.
"Karena keluhan para UMKM saat ini mereka terkendala dalam memasarkan hasil produk mereka sehingga banyak para UMKM di Kotim ada yang berhenti jualan karena kendala modal," katanya.
Irawati berharap PT BGA Group dapat konsisten dan berkelanjutan untuk membina para UMKM. Hal ini bisa menjadi contoh dan dapat diikuti oleh perusahaan-perusahaan swasta maupun pengusaha lainnya dalam membina para UMKM di Kotim.
Baca juga: Bupati optimistis perputaran uang di Sampit Expo 2026 capai target
Terpisah Direktur CA PT BGA Group, Johan Sukardi mengatakan PT BGA Region Mentaya dan Region Pundu menjalankan pembinaan pengembangan ekonomi masyarakat melalui UMKM berbasis kearifan lokal.
Terlihat saat ini ada beberapa jenis UMKM yang cukup baik untuk bersaing di pasaran. Salah satu jenis UMKM saat ini yaitu keripik Barokah, dengan varian keripik pisang, keripik tempe, peyek, keripik tahu kering dan jenis lainnya.
Keripik ini tidak hanya di pasarkan di pasar lokal, namun telah berkembang ke pasar modern seperti Hypermart, market online. Keripik ini berlegalitas NIB, PIRT dan sertifikasi Halal yang telah teruji oleh Dinas Kesehatan.
Selain dengan UMKM olahan pangan, PT BGA Group juga membina dan mendampingi sanggar di Desa pelantaran kecamatan Cempaga Hulu bernama Sanggar Riwut Cempaga Bajenta berbasis kearifan lokal.
"Kerajinan tangan saat ini sangat menggambarkan khas pakaian dan aksesoris Lokal Dayak kalimantan tengah seperti pakaian rompi adat, lawung, gelang yang berbahan dasar alam berjenis pohon kayu dan lainnya," tandasnya.
Selain dengan UMKM yang sudah menghasilkan produk, PT BGA juga berkomitmen meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pembinaan cluster lainnya seperti peternakan holtikultur, peternakan ayam pedaging dan ayam petelur. Saat ini hasil produk juga di tampung oleh Unit Pelayanan Sembako (UPS) internal PT BGA serta perumahan karyawan.
Saat ini yang berjalan di lapangan yakni di Desa Pundu meliputi Poktan Maju Jaya dalam bidang olahan pangan keripik, Poktan Riwut Cempaga Bajenta dalam bidang sanggar kesenian dan kerajinan tangan.
Poktan Sejati dan Makmur Mentaya di bidang hortikultura, Poktan Sakan Gantung Terawang bidang ayam pedaging.
Selain itu ada pula binaan Mentaya yaitu Ollivia untuk olahan pangan halal, Khadijah olahan pangan keripik halal, Margo Mulyo bidang ayam petelur, Dolas bidang ayam potong, Harapan Masa Depan (Mangkup) bidang ayam potong, Rohim bidang benih ikan lele dan Hortikultura Mentaya Hulu Farm bidang pertanian sayur sayuran.
Baca juga: Lawang Sakepeng simbol tekad menjaga nilai adat Dayak di tengah modernisasi
Baca juga: Pelayanan KB gratis di Sampit Expo disambut antusias
Baca juga: Job Fair Sampit 2026 sediakan ratusan lowongan pekerjaan
Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
