
Job Fair Sampit 2026 sediakan ratusan lowongan pekerjaan

Sampit (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah kembali menggelar Job Fair Sampit di arena Sampit Expo 2026 dengan menyediakan informasi ratusan lowongan pekerjaan di bidang perkebunan kelapa sawit.
"Bagi masyarakat Kotim yang sedang mencari pekerjaan, silakan datang ke stan kami. Ada ratusan lowongan kerja yang disediakan," kata Kepala Disnakertrans Kotawaringin Timur, Rusnah di Sampit, Kamis.
Ajang Sampit Expo 2026 ini kembali dimanfaatkan oleh Disnakertrans Kotawaringin Timur untuk menggelar Job Fair. Apalagi berdasarkan pengalaman tahun lalu, kegiatan ini disambut antusias masyarakat.
Dalam Job Fair Sampit 2026 ini ada 464 lowongan kerja yang dibuka. Semua lowongan ada di bidang perkebunan kelapa sawit.
Ada delapan perusahaan yang membuka lowongan kerja yaitu PT Mustika Sembuluh, PT Katingan Indah Utama, PT Gading Sawit Kencana, PT Sawit Mas Parenggean, PT Hutan Sawit Lestari, PT Agro Wana Lestari, PT Uni Primacom dan PT Swadaya Sapta Putra. PT Hutan Sawit Lestari menjadi perusahaan yang terbanyak membuka lowongan kerja yaitu sebanyak 400 lowongan kerja.
Jenis pekerjaan yang tersedia yakni operator elektrikal, mekanik pabrik kelapa sawit, guru bahasa Inggris, guru Kimia guru Matematika, guru TK, guru SD, driver operasional, operator timbangan, sopir kerani panen, juru masak, perawat, pemanen buah kelapa sawit, maintenance, mandor, kerani, administrasi keuangan, mandor bengkel, operator grader, driver umum, admin GIS, bunch checker (supervisi), driver tractor dan lainnya.
Menurut Rusnah, banyaknya lowongan yang dibuka menunjukkan bahwa peluang kerja di Kotawaringin Timur masih cukup banyak. Namun ketika dibandingkan bahwa angka pengangguran di daerah ini tertinggi di Kalimantan Tengah, menurutnya bukan sepenuhnya karena tidak ada lowongan pekerjaan, tapi ada faktor lain.
Baca juga: Juan Reza sukses pukau pengunjung Sampit Expo di tengah guyuran hujan
"Intinya itu bukan terkait ada atau tidaknya mereka bekerja, karena lowongan kerja banyak sebenarnya yang diberikan tapi sepertinya daya tarik masyarakat itu mereka lebih suka mandiri. Mereka suka pekerjaan yang memang menghasilkan seperti berkebun dan lainnya," katanya.
Rusnah menegaskan, Disnakertrans berusaha sangat keras untuk mempromosikan dan memfasilitasi bidang Ketenagakerjaan. Namun ketika dihadapkan pada minat pencari kerja terhadap lowongan yang tersedia, maka itu sepenuhnya tergantung keputusan pencari kerja.
Seperti saat ini, ratusan lowongan yang tersedia ada di perkebunan kelapa sawit. Tidak semua pencari kerja yang mungkin tertarik dan siap bekerja mengisi lowongan-lowongan yang tersedia di kebun sawit tersebut.
"Nanti kita lihat, dari hampir 500 lowongan yang tersedia ini, berapa banyak yang terisi. Misalnya cuma beberapa persen, berarti memang minat masyarakat yang kurang," ujar Rusnah.
Rusnah menyebut, pencari kerja di daerah ini terbanyak dengan latar belakang pendidikan SMP dan SMA sederajat. Dia mengimbau masyarakat bisa menangkap peluang kerja yang tersedia agar bisa meningkatkan kesejahteraan hidup.
"Kami di Disnakertrans ini terus berusaha dan sangat berusaha untuk ke depannya itu bagaimana pemuda kita m, generasi muda kita dapat pekerjaan di daerah sendiri," demikian Rusnah.
Baca juga: Pemkab Kotim siapkan lahan empat hektare untuk pembangunan gedung multiguna
Baca juga: Dinkes Kotim tingkatkan Program CKG lewat ambulans keliling
Baca juga: Kesbangpol Kotim minta orang tua perketat pengawasan penggunaan gadget
Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
