Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah Halikinnor menyatakan optimisme yang tinggi bahwa target perputaran uang selama gelaran Sampit Expo 2026 akan tercapai, bahkan berpotensi melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau melihat padatnya pengunjung pada malam ini, saya optimis target perputaran uang bisa tercapai dan mungkin semakin meningkat dari tahun ke tahunnya. Ini menunjukkan perekonomian Kotim yang cukup baik,” kata Halikinnor di Sampit, Jumat.
Hal ini ia sampaikan saat meninjau langsung pelaksanaan malam ketiga Sampit Expo 2026 di Stadion 29 November, Sampit. Dalam kunjungan tersebut, Halikinnor didampingi oleh Wakil Bupati Kotim Irawati dan Ketua TP PKK Kotim Khairiah Halikinnor.
Pelaksanaan Sampit Expo 2026 ini menjadi rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kotim yang dikolaborasikan dengan Festival Budaya Habaring Hurung 2026. Hampir seluruh kegiatan dipusatkan di kawasan Stadion 29 November Sampit.
Setelah mengunjungi stan satu per satu, Halikinnor menilai partisipasi tahun ini luar biasa, mulai dari seluruh jajaran perangkat daerah, kecamatan, hingga dunia usaha dan UMKM semua menampilkan ide kreatif masing-masing dalam mempromosikan produk unggulan dan potensi daerah.
“Kita lihat yang disajikan dan ditampilkan itu bervariatif. Dari tahun ke tahun ada peningkatan kualitas yang signifikan. Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat karena hingga saat ini kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar,” tuturnya.
Melihat antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Sampit Expo 2026, Halikinnor pun optimis target perputaran uang yang ditetapkan sebelumnya bisa tercapai.
Baca juga: Lawang Sakepeng simbol tekad menjaga nilai adat Dayak di tengah modernisasi
Pergerakan ekonomi yang masif ini adalah bukti nyata pertumbuhan ekonomi Kotim yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, target perputaran uang pada penyelenggaraan rangkaian kegiatan Sampit Expo yang berlangsung pada 7 -14 Januari ini diproyeksikan sebesar Rp 7 hingga 8 miliar.
Angka ini belum termasuk aktivitas ekonomi eksternal selama masa persiapan yang memberikan dampak multiplier effect bagi pengusaha bahan bangunan, pakaian, hingga kuliner.
“Harapan kita, transaksi tidak hanya berhenti saat Expo saja, tapi produk unggulan rumah tangga bisa mendapatkan kontrak jangka panjang atau pelanggan tetap setelah acara ini," tambahnya.
Kegiatan Sampit Expo 2026 ini bukan sekadar pameran, melainkan komitmen nyata Kabupaten Kotawaringin Timur dalam berkontribusi mewujudkan visi misi Provinsi Kalimantan Tengah melalui kebangkitan ekonomi rakyat.
Selain stan pemerintahan, Halikinnor juga menyoroti peran sektor perbankan dan perusahaan swasta yang ikut berpartisipasi. Ia mendorong agar di tahun mendatang, lebih banyak perusahaan yang menampilkan produk-produk dari desa binaan mereka.
“Kami ingin perusahaan-perusahaan membawa binaan mereka, termasuk Koperasi Merah Putih dan BUMDes. Ini adalah kesempatan agar produk masyarakat desa yang belum dikenal bisa lebih dikenal luas oleh publik,” demikian Halikinnor.
Baca juga: Kapolres Kotim imbau masyarakat waspada penipuan berkedok E-Tilang
Baca juga: Pelaksanaan proyek strategis 2026 di Kotim dikawal KPK
Baca juga: Disdik Kotim: Anak terpapar ekstremisme bukan pelajar SD, melainkan SMA
