
Gebyar Bunda PAUD Kotim cerminan komitmen membangun fondasi SDM

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menilai kegiatan Gebyar Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan momentum penting yang mencerminkan komitmen bersama dalam membangun pondasi sumber daya manusia (SDM) unggul sejak usia dini.
“Komitmen ini memang sangat kita butuhkan, karena pendidikan anak usia dini memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter, kecerdasan serta kepribadian anak sebagai generasi penerus bangsa,” kata Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim Umar Kaderi di Sampit, Rabu.
Hal ini ia sampaikan saat mewakili Bupati Kotim Halikinnor dalam acara Gebyar Bunda PAUD tingkat kabupaten setempat yang melibatkan di antaranya tenaga pendidik maupun murid dari satuan pendidikan jenjang TK dan PAUD, serta anak berkebutuhan khusus.
Umar menekankan bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab satu instansi. Pengembangan PAUD yang Holistik Integratif (HI) memerlukan kolaborasi mencakup aspek kesehatan, gizi, pola asuh, hingga kesejahteraan anak.
“Penguatan PAUD dan keberhasilan wajib belajar 13 tahun tidak dapat dibebankan hanya kepada satu perangkat daerah. Dibutuhkan dukungan aktif dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pemberdayaan masyarakat desa,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat integrasi program dan penganggaran yang berpihak pada anak, guna memastikan layanan pendidikan berkualitas dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kotim, termasuk anak berkebutuhan khusus.
Gebyar Bunda PAUD tahun ini terasa istimewa karena dirangkaikan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional.
Baca juga: Dishub Kotim perbaiki kamera pemantau lalu lintas sambut libur Nataru
Acara dimeriahkan dengan penampilan kreativitas anak-anak PAUD dengan tarian kreasinya dan anak dari Sekolah Khusus (SKH) yang membawakan dua lagu, serta pameran layanan sekolah inklusi.
"Ini adalah bentuk nyata bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang. Kami berkomitmen untuk terus mendorong layanan pendidikan yang ramah anak dan bebas dari stigma serta diskriminasi," tambah Umar.
Di sisi lain, Ketua Bunda PAUD Kotim Khairiah yang diwakili oleh Ketua Pokja Bunda PAUD Kotim Legendaria Okta Bellary Nusaku menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh anak, khususnya OPD terkait atas dukungan dan kolaborasi yang terjalin dengan baik dalam memajukan PAUD di Kotim.
“Kehadiran Bunda PAUD di semua tingkatan serta peran aktif Pokja bunda PAUD menjadi kekuatan utama dalam membangun layanan yang berkualitas merata dan inklusif,” sebutnya.
Legendaria juga memaparkan sejumlah capaian sekaligus tantangan besar yang masih dihadapi Bunda PAUD Kotim. Berdasarkan data statistik, saat ini masih terdapat sekitar 20 desa di Kotim yang belum memiliki layanan PAUD.
Menurutnya, hal ini harus menjadi perhatian serius dan membutuhkan peran aktif bunda PAUD kecamatan, kelurahan dan desa bersama Pokja Bunda PAUD untuk mendorong percepatan hadirnya layanan PAUD di wilayah masing-masing.
Selain itu, untuk meningkatkan kualitas pendidikan PAUD, ia menyampaikan beberapa langkah strategis yang telah disiapkan atau bahkan diprogramkan oleh Bunda PAUD Kotim bersama OPD terkait.
Pertama peningkatan kualifikasi guru. Program sarjana bagi guru PAUD telah berjalan dan akan diperkuat pada awal tahun 2026.
“Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan PAUD melalui peningkatan kompetensi dan kualifikasi pendidikan,” imbuhnya.
Baca juga: Wabup Kotim ajak budayakan makan ikan demi peningkatan kualitas SDM
Kedua, peningkatan status sekolah TK/PAUD swasta menjadi negeri. Saat ini telah terealisasi TK negeri di dua kecamatan. Target ke depan adalah minimal satu TK Negeri di setiap kecamatan sebagai pusat rujukan.
Ketiga, monitoring PAUD HI. Seluruh Bunda PAUD kecamatan diminta agar aktif memantau dan mendukung pelaksanaan pengembangan PAUD HI. Mengingat Pokja PAUD HI diketuai langsung oleh Sekda, pemantauan lintas sektor akan diperketat untuk menyiapkan satuan PAUD terbaik menuju apresiasi tingkat provinsi.
“Melalui sinergi dan kerja nyata, kami optimis program Wajib Belajar 13 Tahun dapat berjalan maksimal. Mari kita jadikan momentum ini untuk menyatukan langkah memajukan pendidikan di Bumi Habaring Hurung,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim Yolanda Lonita Fenisia menerangkan, Gebyar Bunda PAUD Kotim merupakan salah satu sub kegiatan dalam program Disdik Kotim pada Bidang Pembinaan PAUD dan PNF.
“Kegiatan ini digelar sebagai bentuk apresiasi dan motivasi kepada para Bunda PAUD kecamatan, kelurahan dan desa dalam meningkatkan kualitas layanan PAUD HI,” sebutnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini diikuti kurang lebih 310 peserta yang terdiri dari Bunda PAUD kecamatan, kelurahan dan desa, serta Pokja Bunda PAUD kecamatan.
Melalui Gebyar Bunda PAUD diharapkan menjadi sarana bagi para Bunda PAUD untuk saling bersilaturahim serta berbagi pengetahuan dan pengalaman selama menjalankan tugas sebagai Bunda PAUD.
“Hasil yang ingin kami capai dari kegiatan ini adalah meningkatnya kualitas layanan PAUD HI di Kotim dengan dukungan dari Bunda PAUD, baik itu tingkat kecamatan, kelurahan maupun desa,” demikian Yolanda.
Baca juga: Satgas Anti Premanisme datangi sejumlah SPBU di Sampit
Baca juga: PDIP bertekad pertahankan elektabilitas di Kotim
Baca juga: Tujuh pos siap bantu kelancaran perayaan Nataru di Kotim
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
