
360 Calon Siswa SMKN 1 Sampit Jalani Tes Urine

Sampit (Antara Kalteng) - Sebanyak 360 calon siswa baru SMKN 1 Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menjalani tes urine untuk mengetahui adanya pengguna narkoba atau tidak.
"Tahun ini dilakukan tes urine supaya yang masuk ke sekolah ini memiliki kualitas bagus dan tidak terlibat narkoba. Kalau positif menggunakan narkoba, maka akan dinyatakan tidak lulus atau gugur. Itu syarat mutlak," kata Koordinator UKS dan PMR SMKN 1 Sampit, Jestari Purnawati Jewung di Sampit, Rabu.
Calon siswa yang mengikuti tes urine merupakan mereka yang sudah lulus seleksi administrasi. Namun jika ternyata ada yang positif menggunakan narkoba maka dipastikan akan digugurkan.
Sejauh ini tidak ada peserta yang mengundurkan diri setelah mengetahui diadakan tes urine. Sejak awal panitia memang sudah memberitahukan kepada peserta bahwa tes urine merupakan syarat mutlak dalam seleksi siswa baru.
Untuk melaksanakan pemeriksaan urine ini, SMKN 1 Sampit menggandeng Laboratorium Kesehatan Daerah Kotawaringin Timur. Ada lima petugas kesehatan yang diturunkan, dibantu anggota Usaha Kesehatan Sekolah setempat.
"Pemeriksaan urine ini dilakukan dua hari karena pesertanya cukup banyak. Tidak hanya pemeriksaan kandungan narkotika, tetapi juga obat-obatan. Nanti hasilnya disampaikan kepada sekolah sebagai bahan pertimbangan," kata guru Bahasa Inggris itu.
Jestari menambahkan, SMKN 1 Sampit memiliki lima jurusan yakni Perkantoran, Akuntantasi, Rekayasa Perangkat Lunak, Multimedia dan Pemasaran. Sekolah ini bertekad untuk turut memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Andrianur, salah seorang peserta merespons positif tes urine tersebut. Dia menilai syarat itu cukup wajar diberlakukan pihak sekolah.
"Sejak awal sudah diberitahu jadi sudah siap. Saya optimistis karena memang tidak mengonsumsi narkoba," katanya.
Pewarta : Norjani
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
