PWI : Wartawan Harus Netral Dalam Pilkada 2018

id Pilkada Wartawan Netral, PWI kalteng, Sutransyah,

Ketua PWI Kalteng Sutransyah (Foto Antara Kalteng/Rendhik Andika)

Palangka Raya (Antara Kalteng) - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Cabang Kalimantan Tengah, H Sutransyah meminta wartawan dalam pilkada 2018 harus netral dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan 11 kabupaten satu kota di provinsi setempat tahun 2018.

"Silahkan menjadi tim sukses salah seorang calon kepala daerah yang akan bersaing pada tahun 2018, tetapi independensi tetap harus dijaga sesuai dengan kode etik jurnalistik," kata Sutransyah, di Palangka Raya, Kamis.

Dia mengatakan, apabila seorang wartawan menjadi tim sukses, alangkah baiknya ketika yang bersangkutan melakukan kampanye wajib melepas embel-embelnya sebagai wartawan.

Sebaliknya apabila dia berada di lingkungan kerjanya, tentu dia kembali menjadi wartawan yang harus menaati dan menjalankan kode etik seorang wartawan sebagaimana mestinya.

Misalnya ketika seorang editor melakukan editing sebuah berita ketika itu ada berita dari pasangan calon kepala daerah lain, itu tidak boleh dihapus atau dihilangkan agar tidak diterbitkan. Karena saat itu yang bersangkutan adalah seorang wartawan yang taat dengan kode etik.

"Karena setiap calon kepala daerah berhak mendapatkan perlakuan yang sama ketika diliput oleh wartawan, makanya independen wajib dilakukan oleh wartawan ketika bekerja," bebernya.

Sutransyah juga yakin bahwa wartawan yang berada di Provinsi Kalteng sangat mengetahui hal-hal yang sifatnya melanggar kode etik. Sebab selama ini wartawan yang tergabung di PWI setempat selalu dibekali mengenai hal tersebut.

"Bahkan hampir setiap tahun para wartawan yang tergabung di organisasi ini kita ingatkan agar tidak keluar dari jalur kode etik yang wajib mereka jalankan di lapangan sesuai dengan profesinya," pungkasnya.



Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar