
Sebuah masjid Al-Ikhlas nyaris terbakar di Palangka Raya

Karena bangunan yang berdekatan dengan bangunan masjid itu nyaris merembet ke bangunan rumah ibadah itu. Beruntungnya sebelum merembet kebangunan masjid, sejumlah anggota pemadam kebakaran beserta unitnya datang dan segera menjinakan kobaran api
Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Empat blok bangunan eks terminal Tjilik Riwut Km 8 di Jalan Mahir Mahar yang dihuni oleh seorang pemulung pada Kamis (15/3/18) sekitar pukul 01.00 WIB hangus terbakar.
"Penghuni blok tersebut diketahui bernama Sudron (35) yang pekerjaan sehari-harinya sebagai pemulung. Belum diketahui secara pasti penyebab terbakarnya bangunan milik aset Pemerintah Kota Palangka Raya yang dulu dijadikan terminal," kata Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Rein Krisman Siregar, Kamis.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, hanya saja sejumlah barang-barang milik Sudron ada yang berhasil diselamatkan serta ada juga yang tidak bisa diselamatkan akibat amukan si jago merah.
Berdasarkan kronologisnya, sebelum kejadian menurut beberapa orang saksi yang melihat munculnya api tepat di belakang bangunan sebuah masjid Al-Ikhlas di Jalan Mahir Mahar tersebut, melihat penghuni bangunan toko yang terbakar lari dari dalam toko tersebut.
Melihat korban lari dengan membawa sejumlah barang berharganya, sejumlah saksi mata langsung mengabarkan warga sekitar lokasi kejadian bahwa ada bangunan hunian warga yang terbakar melalui pengeras suara masjid.
"Dengan adanya pemberitahuan para saksi melalui pengeras suara dari masjid tersebutlah warga langsung mendatangi lokasi kejadian, serta menghubugi pemadam kebakaran," katanya.
Sembari menunggu kedatangan sejumlah anggota pemadam kebakaran, sejumlah warga berusaha memadamkan bangunan yang di lalap si jago merah dengan menggunakan peralatan seadanya.
Karena bangunan yang berdekatan dengan bangunan masjid itu nyaris merembet ke bangunan rumah ibadah itu. Beruntungnya sebelum merembet kebangunan masjid, sejumlah anggota pemadam kebakaran beserta unitnya datang dan segera menjinakan kobaran api.
Dalam jangka satu jam saja api yang berkobar dan memakan bangunan eks terminal, dapat dipadamkan petugas dan warga.
Berdasarkan informasi di lapangan sumber api berasal dari kompor milik Sudron yang sedang memasak air. Diduga kuat penghuni bangunan tersebut lupa untuk mematikan kompornya yang sedang menyala, ketika hendak memulung pada subuh dini hari itu.
Pewarta : Adi Wibowo
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
