
Pemadaman listrik akibat ini

Muara Teweh (Antaranews Kalteng) - Sistem interkoneksi PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mengalami defisit daya akibatnya sebagian wilayah kota Muara Teweh, ibu kota Kabupaten Barito Utara mengalami pemadaman listrik.
"Pemadaman listrik ini berlaku di seluruh wilayah Kalsel dan Kalteng, untuk Muara Teweh kena kebagian pemadaman dengan daya 3 megawatt sehingga sebagian kota terjadi pemadaman," kata Manajer PT PLN Rayon Muara Teweh, Permono Gunawan di Muara Teweh, Rabu.
Menurut Permono, pemadaman listrik ini sejak Rabu siang sekitar pukul 14.30 WIB hingga sore hari sampai jam 17.00 WIB masih belum nyala akibat adanya pengurangan beban dari Area Pengatur Beban (APB) wilayah Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Menurut Permono, pemadaman jalur listrik ini langsung dimatikan melalui kantor PLN Wilayah Kalsel dan Kalteng di Banjarbaru, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.
"Kita tidak tahu berapa lama listrik padam ini, karena jika terjadi krisis beban secara tiba-tiba maka pihak APB bisa memutus jalur dari Banjarbaru dengan sistem remot kontrol tanpa pemberitahuan sebelumnya," kata Permono.
Kawasan jalan dalam kota Muara Teweh yang kena pemadaman diantaranya Jalan Sudirman, Jalan Nenas, Jalan Semoga Indah, Jalan Pramuka, Jalan Ahmad Yani, Jalan Yetro Sinseng, Jalan Pendreh, Jalan Rajawali, Jalan Bangau dan sebagian Jalan Imam Bonjol.
Listrik padam ini juga sebelumnya terjadi pada Selasa (3/4) malam sekitar pukul 22.29 Wita juga terjadi di seluruh wilayah Kalsel dan Kalteng karena terjadinya gangguan jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) yang terjadi di jalur antara Gardu Induk (GI) Seberang Barito di Banjarmasin dan GI Selat yang terletak di Kuala Kapuas.
"Gangguan transmisi akibat sambaran petir tersebut menyebabkan terputusnya suplai listrik sebesar 59 Mega Watt (MW) serta mengakibatkan terjadinya over frekuensi pada sistem kelistrikan Kalselteng," kata Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Wilayah Kalsel dan Kalteng, Yusfiansyah dalam rilisnya Rabu pagi.
Saat ini masih terus diselesaikan penormalan sistem kelistrikan paskaterjadinya gangguan tersebut dan frekuensi berlebih tersebut menyebabkan sistem tidak stabil sehingga berdampak kepada 4 unit PLTU Asam-Asam dan beberapa pembangkit lainnya mendadak berhenti beroperasi serta beberapa Gardu Induk tidak dapat beroperasi menyuplai listrik.
Adapun langkah-langkah yang telah dan terus diupayakan PLN semenjak tadi malam adalah melakukan proses pemulihan pada sistem secara bertahap mulai Selasa (3/4) pukul 23.33 WIA.
Secara bertahap PLN mulai menormalkan Gardu Induk (GI) mulai dari GI Cempaka, GO Ulin, GI Trisakti, GI Mantuil, GI Pelaihari, GI Asam-Asam, GI Tanjung, GI Buntok, GI Muara Teweh hingga GI Bangkanai secara bertahap.
"Sedangkan GI Palangka Raya, GI Selat, GI Mintin sampai dengan GI Sampit secara paralel sudah dapat dioperasikan mulai Rabu (4/4) pukul 02.12 Wita," katanya.
PLTU Asam-Asam Unit 4 mulai dapat dioperasikan kembali pada Rabu (4/4) pukul 04.35 Wita dan diikuti oleh PLTU Asam-Asam Unit 1,2 dan 3 secara bertahap. Saat ini sedang dalah tahap penormalan pembebanan PLTU secara penuh.
"Proses pembebanan PLTU memang memerlukan waktu untuk dapat secara penuh menyuplai listrik. Sejauh ini proses pembebanan masih berjalan lancar," ujarnya.
Pewarta : Kasriadi
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
