
KPU periksa DPT hingga ke daerah pelosok

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah secara serentak memeriksa Daftar Pemilih Tetap (DPT) di kota setempat hingga ke daerah pelosok.
"Berdasarkan instruksi KPU RI, hari ini kami di wilayah Kota Palangka Raya secara serentak bersama KPU seluruh Indonesia mengecek DPT di seluruh PPS di Kantor Kelurahan yang ada. Kami dari KPU Kota dibagi menjadi beberapa tim," kata Komisioner KPU Kota Palangka Raya, Ngismatul Choiriyah, Rabu.
Dia menerangkan, pemeriksaan DPT serentak itu dinamakan gerakan 17-10-10 yang merupakan bagian dari rangkaian program yang diberi tanda tagar Gerakan Melindungi Hak Pilih (#GMHP).
"Hari ini adalah program cek DPT, dan ini dilakukan diseluruh Indonesia, tujuannya untuk memastikan seluruh masyarakat sudah terdaftar menjadi pemilih tetap, dan meminimalkan kegandaan data," kata anggota KPU Kota Palangka Raya Divisi Teknis itu.
Ngismatul menerangkan, saat ini pihaknya masih menemukan sejumlah permasalahan terkait DPT.
Diantaranya adanya warga yang telah meninggal namun tidak dilaporkan, kegandaan data dan masih adanya sejumlah masyarakat yang belum masuk DPT.
"Seperti hari ini saat pengecekan di Kelurahan Bukit Tunggal, kami menemukan adanya warga yang meninggal tapi belum dilaporkan sehingga masih masuk DPT. Setelah tahu, data itu langsung kami perbaiki," katanya.
Dia pun berharap hingga 28 Oktober nanti masyarakat turut aktif mengecek namanya apakah sudah masuk di DPT atau sebaliknya.
"Keaktifan ini penting agar data DPT kita semakin akurat. Selain itu juga agar usai penetapan DPT tidak ada lagi masyarakat yang mengadu belum masuk dalam daftar pemilih," katanya.
Masyarakat yang belum masuk DPT atau mengetahui warga meninggal tapi masih masuk DPT diminta untuk segera melapor ke PPS atau KPU agar segera bisa dilakukan perbaikan data.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Palangka Raya, Murni yang juga berada di lokasi berharap kegiatan ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pemilu 2019.
"Dua masalah yang sering muncul seperti data yang meninggal yang masih masuk DPT dan kegandaan. Kita berharap kepada semua pihak terus menyosialisasikan pentingnya peran dan keaktifan masyarakat untuk DPT yang valid," katanya.
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
