
Cara bedakan gejala DBD dan chikungunya

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Penyakit DBD dan chikungunya sama-sama ditularkan melalui gigitan nyamuk. Namun, bukan berarti keduanya bisa serta-merta disamakan.
Sebenarnya tidak sulit untuk membedakan gejala DBD dari chikungnya asalkan Anda tahu tanda khas dari kedua penyakit ini.
Berikut perbedaan gejala DBD dan chikungnya yang harus Anda pahami:
Beda gejala demamnya
Pada DBD, demam biasanya membentuk suatu pola. Di awal, demam tinggi akan berlangsung sepanjang hari, tapi beberapa hari kemudian mereda seolah-olah pasien telah sembuh total.
Sedangkan demam akibat chikungunya berlangsung tanpa pola yang khas. Artinya, demam bisa tinggi sewaktu-waktu dan kemudian menurun.
Beda intensitas nyeri pada sendi, otot, dan tulang
Pada DBD, pasien merasakan nyeri sendi, otot, tulang, sejak demam muncul. Rasa nyeri ini masih terbilang biasa bila dibandingkan dengan nyeri pada chikungunya.
Virus chikungunya akan menimbulkan nyeri hebat pada otot, tulang, bahkan sendi membengkak. Jika tidak segera diobati, nyeri ini bisa meluas hingga membuat penderitanya merasa mengalami kelumpuhan dan kesulitan menggerakkan angota tubuhnya.
Beda kemerahan di kulit
Pada DBD, kulit biasanya dapat dipenuhi oleh bintik-bintik merah akibat pendarahan yang tidak akan pudar atau hilang bila ditekan. Sementara bintik merah khas chikungunya umumnya akan hilang saat ditekan.
Beda perdarahan pada tubuh
Pasien DBD kadang bisa sampai mengalami mimisan atau gusi berdarah.Namun, kondisi ini tidak terjadi pada penderita chikungunya.
Beda fase perkembangan penyakit
Pada DBD, tahapan perkembangan penyakit akan dibagi ke dalam beberapa fase. Dimulai dengan fase demam, kemudian berlanjut ke fase kritis selama 24-38 jam, hingga terakhir fase penyembuhan. Berbeda dengan chikungunya yang tidak dikelompokkan menjadi beberapa fase.
Beda kehilangan cairan tubuh
DBD yang sudah parah berisiko menyebabkan pasien kehilangan cairan tubuh dalam jumlah drastis hingga menyebabkan syok yang bisa berakibat fatal. Chikungnya jarang sampai menyebabkan syok.
Beda waktu kemunculan gejala
Gejala pada DBD biasanya akan muncul selama 3-7 hari setelah tubuh digigit nyamuk. Sementara pada chikungunya, umumnya muncul setelah 4-7 hari kemudian.
Selain itu, baik DBD dan chikungunya juga membuat penderitanya merasakan mual hebat dan muntah selama beberapa kali dalam sehari.
Beberapa gejala lain mungkin belum disebutkan. Jika Anda merasa cemas mengenai gejala DBD atau chikungunya, maupun sulit membedakan antara keduanya, segera konsultasikan lebih lanjut dengan dokter. Serangkaian pemeriksaan dan tes akan dilakukan oleh dokter guna menemukan penyakit dari gejala yang Anda alami.
sumber:hellosehat
Pewarta : -
Uploader: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
