
Wabup Lamandau janji benahi kawasan Bundaran Rusa

Nanga Bulik (Antaranews Kalteng) - Wakil Bupati Lamandau Kalimantan Tengah, Riko Porwanto berjanji akan membenahi sarana dan prasarana yang ada di kawasan Bundaran Rusa Nanga Bulik.
"Ada sejumlah fasilitas yang rusak dan tidak berfungsi secara optimal, seperti alat bermain anak, lampu-lampu taman dan sejumlah item lainnya. Semua akan segera kami benahi," katanya di Nanga Bulik, Rabu.
Pembenahan terhadap sejumlah fasilitas yang ada pada Bundaran Rusa ini, sebagai upaya pemerintah kabupaten menata kembali ruang terbuka publik (RTP) yang ada di Lamandau.
Jika telah tertata, diharapkan pemanfaatan RTP oleh masyarakat semakin meningkat, sehingga pada akhirnya berdampak positif terhadap kemajuan perekonomian mulai dari tingkat bawah.
RTP adalah ruang terbuka yang diperuntukkan bagi masyarakat, terdiri dari ruang terbuka hijau dan ruang terbuka non hijau.
"Bundaran Rusa akan menjadi ruang terbuka yang berfungsi sebagai sarana hiburan dan wadah usaha pedagang kaki lima. Namun semua aktivitasnya harus memerhatikan kebersihan dan keindahan kota," jelasnya.
Tugas pemerintah kabupaten bukan hanya menyediakan RTP bagi masyarakat, dalam pembangunannya diperlukan identitas lokal sebagai penandanya. Riko menyebut, bagi Lamandau keberadaan Bundaran Rusa sebagai salah satu identitas lokal tersebut.
"RTP merupakan ruang yang dibangun pemerintah untuk masyarakat dan di dalamnya harus mengakomodir identitas daerah sebagai ciri kearifan lokal," ungkapnya kepada Antara Kalteng.
Identitas lokal menjadi nilai tambah bagi RTP, sebab keberadaannya menjadi sebuah penanda dan karakter khas yang dimiliki daerah setempat.
Selain itu juga menjadi penguat, tidak hanya dilihat dari aspek pemanfaatan tetapi juga menumbuhkan militansi masyarakat untuk ikut memiliki fasilitas publik tersebut.
"Rasa memiliki akan memicu keinginan untuk menjaga dan merawat fasilitas yang ada didalamnya, termasuk sarana bermain dan item lainnya," terang Riko.
Pewarta : Koko Sulistyo
Uploader: Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2026
