Bupati minta petugas damkar di Bartim proaktif

id Pemkab bartim, barito timur, tamiang layang, damkar, pemadam kebakaran, karhutla, kebakaran hutan, kebakaran lahan

Kebakaran lahan terjadi di Desa Juru Banu, Kecamatan Paju Epat, Barito Timur baru-baru ini. Beruntung api bisa dipadamkan warga, sehingga tidak sampai hingga ke permukiman. (Foto Istimewa)

Tamiang Layang (ANTARA) - Bupati Barito Timur, Kalimantan Tengah Ampera AY Mebas meminta petugas pemadam kebakaran (damkar) agar proaktif melaksanakan tugasnya, yaitu melakukan pemadaman kebakaran.

"Proaktif itu maksudnya, mampu bereaksi dan bertenaga, serta giat dalam memadamkan kebakaran," katanya saat dihubungi dari Tamiang Layang, Minggu.

Misalnya kebakaran terjadi di Tamiang Layang, maka yang memadamkan api tak hanya petugas dari Kecamatan Dusun Timur, tetapi juga dibantu petugas dari Kecamatan Benua Lima maupun kecamatan terdekat lainnya.

Menurut Ampera, kebakaran yang dipadamkan tidak hanya sebatas kebakaran tempat tinggal, namun meliputi kebakaran hutan dan lahan. Jika mendapatkan informasi kebakaran, maka kebakaran terlebih dulu diatasi petugas di wilayah setempat, barulah dibantu petugas kecamatan terdekat.

"Lima unit mobil damkar berada di Kecamatan Benua Lima, Dusun Timur, Dusun Tengah, Pematang Karau dan Paku. Nantinya, pemkab berencana melakukan penambahan armada tersebut," ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan data BMKG, hingga Agustus 2019 terdapat 106 titik panas terpantau satelit di Barito Timur, yakni 73 titik di Pematang Karau, tiga titik di Dusun Tengah, dua titik di Karusen Janang dan Patangkep Tutui, enam titik di Dusun Timur, lima titik di Paju Epat, 14 titik di Benua Lima dan satu titik di Awang.

Dalam waktu dekat akan diadakan apel siaga kebakaran hutan dan lahan di halaman Mako Polres Barito Timur. Apel siaga sebagai upaya pengecekan kesiapan sarana dan prasarana pendukung, dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, Anggota DPRD Barito Timur Janjo Briano mengatakan, personel damkar harus dalam kondisi siap jika diperlukan. Selain itu, perlu ketepatan dan kecepatan dalam upaya pemadaman, agar petugas juga terhindar dari kecelakaan kerja.

"Jangan sampai kebakaran pada musim kemarau tahun 2015 terulang kembali, sebab menimbulkan banyak dampak negatif, misalnya gangguan terhadap kesehatan," jelasnya.

Politisi PDIP itu juga meminta pihak perusahaan yang ada di Barito Timur, untuk turut serta menanggulangi kebakaran hutan dan lahan dengan menyediakan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, seperti tangki air.
 

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar