Wapres ingatkan Kementan realisasikan peremajaan sawit

id IPOC 2019,peremajaan sawit,wakil presiden

Wapres ingatkan Kementan realisasikan peremajaan sawit

Wakil Presiden Ma'ruf (tiga dari kanan) membuka Konferesi Internasional Minyak Sawit ke 15 atau 15th International Palm Oil Conference (IPOC) and 2020 Price Outlook di Nusa Dua, Bali, Rabu (30/10/2019) (ANTARA/Subagyo)

Tahun lalu, devisa dari ekspor sawit mencapai Rp270 triliun
Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Kementerian Pertanian untuk merealisasikan program peremajaan sawit (replanting) sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing sawit Indonesia.

"Kami meminta Kementerian Pertanian merealisasikan program peremajaan kelapa sawit rakyat yang dananya dikelola BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit," ujar Wapres dalam sambutan pembukaan Konferesi Internasional Minyak Sawit ke 15 atau 15th International Palm Oil Conference (IPOC) and 2020 Price Outlook di Nusa Dua, Bali, Kamis.

Wapres menegaskan, tahun ini pemerintah menargetkan program peremajaan sawit rakyat seluas 185 ribu hektar dan itu harus bisa direalisasikan.

Ma'ruf menyatakan, industri sawit nasional perlu kehadiran pemerintah, khususnya menghadapi tantangan global yang semakin sarat ketidakpastian, apalagi industri ini berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

"Tahun lalu, devisa dari ekspor sawit mencapai Rp270 triliun. Sawit ini anugerah Allah untuk Indonesia. Melalui sawit, muncul sentra ekonomi di daerah dan pinggiran," katanya.

Baca juga: IPOC 2019 ajang diskusi memproyeksikan harga CPO 2020

"Industri sawit telah mendorong pertumbuhan banyak daerah terpencil di Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Sulawesi Barat," .

Pada kesempatan itu Wapres juga menyatakan, pemerintah akan memberikan penghargaan kepada Koperasi Unit Desa (KUD) yang berhasil meningkatkan produksi.

"Pemerintah daerah diharapkan bisa mendorong petani swadaya bermitra dengan perusahaan, sehingga terjadi peningkatan produksi," katanya.

Baca juga: Gapki targetkan seluruh anggotanya bersertifikat ISPO

Sebelumnya Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono menyatakan, pemerintah perlu menjadikan peremajaan sawit rakyat sebagai prioritas kebijakan nasional yang berkelanjutan.

Selain itu memperluas penyerapan pasar luar negeri, terutama negara-negara berkembang, apalagi saat ini 70 persen produksi minyak sawit nasional ditujukan untuk pasar ekspor.

Kemudian, lanjutnya, penguatan pasar domestik dengan menciptakan pasar melalui energi baru dan terbarukan (EBT) dengan penggunaan biofuel yang mana tahun ini B20 dan tahun depan B30.

Baca juga: Ekspor minyak sawit nasional hingga Juli capai 19,76 juta ton

Baca juga: Pakar komoditas internasional akan bahas fluktuasi harga CPO

 

Pewarta :
Editor : Rachmat Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar