Film dokumenter 'Robin's Wish' bawa 'kembali' Robin Williams

id Robin's Wish,Robin Williams,Film dokumenter 'Robin's Wish' bawa 'kembali' Robin Williams

Film dokumenter 'Robin's Wish' bawa 'kembali' Robin Williams

Mendiang aktor dan komedian Robin Williams. (ANTARA/Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Sudah tepat enam tahun sejak komedian dan aktor ikonik Robin Williams meninggal pada 11 Agustus 2014. Kini, dalam film dokumenter baru berjudul "Robin's Wish", publik akan mendapatkan kisah intim tentang hari-hari terakhirnya, ditambah dengan tampilan Lewy body dementia, penyakit otak yang diperjuangkan oleh bintang Hollywood itu hingga kematiannya.

Trailer berdurasi lebih dari dua menit film ini dimulai dengan klip arsip yang memperkenalkan Robin Williams muda kepada kerumunan yang bersorak-sorai, diikuti dengan montase yang menampilkan berbagai titik dalam karirnya, dari melakukan pekerjaan suara di Aladdin hingga pembuatan film "The Crazy Ones".

"Otak manusia, Anda tahu, adalah kelenjar seberat tiga setengah pon yang luar biasa," kata Williams saat gambar pemindaian otak menyala di layar.

Trailer tersebut kemudian beralih ke liputan media tentang kematian Williams dan spekulasi seputar bunuh diri.

Baca juga: Para Awak "Night at the Museum" Kenang Robin Williams

Shawn Levy, sutradara "Night at the Museum 2", menceritakan bagaimana dia dan kru produksinya memperhatikan ada sesuatu yang berubah dengan aktor tersebut selama pembuatan film.

"Film terakhir, jelas bagi kami semua di lokasi syuting bahwa ada sesuatu yang terjadi dengan Robin," kata Levy.

Ada pula klip dari sang istri, Susan Schneider Williams, yang merinci dampak pribadi yang mendalam dari kematian Williams dan kesadaran yang menyertainya.

"Suamiku tanpa sadar telah mengidap penyakit mematikan," Schneider Williams menjelaskan. "Hampir setiap bagian otaknya diserang. Dia mengalami dirinya sendiri hancur."

Baca juga: Abu Robin Williams Ditebar Di Teluk San Francisco

Para dokter, sesama artis Hollywood, dan Schneider Williams kemudian mulai mengumpulkan tanda-tanda dari Williams sendiri yang menunjukkan "penyakit yang menghancurkan" yang meningkatkan kecemasan dan keraguan dirinya dan bahkan dapat menyebabkan delusi.

"Tidak lagi merasa setia untuk diam tentangnya, tapi mungkin lebih setia untuk berbagi," kata Levy.

Didistribusikan oleh Vertical Entertainment, "Robin's Wish" akan dirilis secara digital pada 1 September.

Baca juga: Robin Williams Mengidap Parkinson

Baca juga: Obama Ucapkan Belasungkawa Atas Meninggalnya Robin Williams

Baca juga: Robin Williams Dalam Kenangan Film-Filmnya

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar