
Bermodalkan KIS, warga ini bersalin gratis

Muara Teweh (ANTARA) - Dalam proses persalinan, kebanyakan orang tentu mengharapkan prosesnya dapat berjalan dengan lancar. Pada beberapa kasus dapat dilakukan secara normal namun juga tidak jarang harus ditempuh dengan jalan operasi. Masyarakat tidak mampu sering dihadapkan dengan kenyataan akan biaya pengobatan yang tinggi sedangkan penghasilan belum dapat memenuhi akan kehidupan sehari-hari.
Nurmala (34) harus menjalani rawat inap mendekati hari persalinannya dan berdasarkan hasil pemeriksaan USG, persalinannya tidak dapat dilakukan secara normal. Sebagai ibu rumah tangga dan suami yang bekerja sebagai buruh tentu menjadi sangat berat jika harus membayar biaya operasinya.
"Beberapa bulan sebelumnya memang ada pendarahan, langsung saya periksakan ternyata memang benar dari pemeriksaan dibilangnya Plasenta previa, modalnya saya kerumah sakit tak ada lagi selain kartu KIS," kata Nurmala di Muara Teweh. Kamis.
Plasenta previa adalah kondisi ketika ari-ari atau plasenta berada di bagian bawah rahim, sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Selain menutupi jalan lahir, plasenta previa dapat menyebabkan pendarahan hebat, baik sebelum maupun saat persalinan.
Nurmala besyukur karena Ia sekeluarga telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen PBI APBD Barito Utara yang iurannya ditanggung oleh pemerintah daerah sejak 2015 silam.
“Jika harus membayar dengan uang pribadi mungkin tidak terbayang oleh saya untuk pergi ke rumah sakit, karena suami hanya sebagai buruh dan pendapatan hanya cukup memenuhi kehidupan sehari-hari. Saya ucapkan terima kasih atas bentuk kepedulian yang diberikan oleh pemerintah daerah dan masyarakat lainnya yang telah ikut dalam program ini," tuturnya.
Tak hanya gratis, pelayanan yang diberikan dari fasilitas kesehatan juga meyakinkan dirinya tidak ada perbedaan antara peserta JKN-KIS dengan pasien lainnya.
"Saya sudah merasakan langsung manfaatnya, pelayanan yang diberikan juga memuaskan, tidak ada membeda-bedakan, pengalaman ini akan kembali saya ceritakan kepada yang lainnya," kata Nurmala.
Pewarta : Kasriadi
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026
