Facebook perbarui standar tentang konten satir

id Facebook,Facebook perbarui standar tentang sindiran,konten satir

Facebook perbarui standar tentang konten satir

FILE PHOTO: Facebook logos on a computer screen are seen in this photo illustration taken in Lavigny May 16, 2012. REUTERS/Valentin Flauraud (REUTERS/Valentin Flauraud)

Jakarta (ANTARA) - Facebook terus memperbaiki kinerjanya untuk melawan konten satir dengan memperbarui standar komunitasnya agar lebih jelas tentang bagaimana menangani konten tersebut mengikuti rekomendasi yang diberikan dewan pengawasnya.

Dalam sebuah postingan yang dibagikan oleh Facebook mengatakan bahwa mereka akan menambahkan informasi ke Standar Komunitas yang memperjelas anggapan sebuah sindiran sebagai bagian dari penilaian kami atas keputusan khusus konteks.

"Perubahan ini akan memungkinkan tim untuk mempertimbangkan sindiran ketika menilai potensi pelanggaran Ujaran Kebencian," tulis postingan tersebut dikutip Senin.

Pembaruan datang setelah Dewan Pengawas memutuskan bahwa Facebook salah menghapus komentar pengguna dengan referensi ke pemerintah Turki, berdasarkan meme dua tombol.

Baca juga: Facebook luncurkan panduan ber-medsos di Hari Media Sosial

Meme ini menampilkan kartun layar terpisah yang sama dari meme aslinya, tetapi dengan wajah karakter kartun yang diganti dengan bendera Turki. Karakter kartun memiliki tangan kanan di atas kepala dan tampak berkeringat.

Di atas karakter kartun, di bagian lain layar terbagi, ada dua tombol merah dengan label yang sesuai, dalam bahasa Inggris: "Genosida Armenia adalah kebohongan" dan "Orang-orang Armenia adalah teroris yang pantas mendapatkannya." Meme itu didahului dan diikuti dengan emoji "wajah berpikir".

Facebook menghapus posting tersebut, mengutip Standar Komunitas yang Kejam dan Tidak Sensitif, yang mengatakan akan menghapus postingan dan menargetkan "korban kerusakan fisik atau emosional yang serius," yang mencakup penggunaan meme dan gif.

Facebook kemudian mengklasifikasi ulang penghapusan tersebut sehingga berada di bawah Standar Komunitas Ujaran Kebencian.

Dewan Pengawas menunjukkan dalam rekomendasinya bahwa Facebook mengatakan akan membuat pengecualian untuk sindiran, itu tidak menentukan bagaimana atau apa yang memenuhi syarat sebagai sindiran dalam pedomannya.

Baca juga: Facebook terjunkan puluhan ribu orang untuk berantas ujaran kebencian

Facebook mengatakan dalam postingnya bahwa selain membuat pedoman seputar sindiran yang lebih jelas, itu akan "memulai peninjauan konten identik dengan konteks paralel," dan dapat mengambil tindakan lebih lanjut.

Ini menandai contoh terbaru Facebook yang mengikuti panduan dari Dewan Pengawas yang masih baru. Awal bulan ini, Facebook mengatakan akan mengakhiri apa yang disebut kebijakan "kelayakan berita", yang memungkinkan politisi untuk mengabaikan banyak aturan kontennya.

Ke depan, perusahaan "tidak akan memperlakukan konten yang diposting oleh politisi secara berbeda dari konten yang diposting oleh orang lain," kata Nick Clegg dari Facebook dalam sebuah posting blog.

Baca juga: Facebook-Amazon kena aturan pajak G7

Baca juga: Facebook blokir akun Donald Trump hingga 2023

Baca juga: Facebook Inc diminta hentikan pengembangan Instagram untuk anak

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar