Logo Header Antaranews Kalteng

Jokowi minta pelaksanaan vaksinasi COVID penguat digiatkan

Selasa, 31 Mei 2022 19:47 WIB
Image Print
Presiden Joko Widodo memberikan bantuan kepada pengemudi becak saat melakukan kunjungan dan membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng di Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, Kamis (26/5/2022). Usai menjadi wali nikah adiknya Idayati dengan Ketua MK Anwar Usman, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan dan membagikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat di Pasar Gede, Pasar Mojosongo, Pasar Harjodaksino, dan Taman Balekambang. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/hp.

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo minta pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dosis penguat digiatkan agar cakupannya bisa cepat ditingkatkan, kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

"Bapak Presiden menyampaikan ini (cakupan vaksinasi) booster (penguat) baru 25 persen. Agar (vaksinasi) booster-nya diperbanyak karena memang kita sekarang sudah 412 juta dosis (vaksin) yang diberikan, dosis pertamanya juga sudah menembus 200 juta," kata Menteri Kesehatan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden.

Menurut data vaksinasi COVID-19 yang disiarkan di laman resmi Kementerian Kesehatan pada Selasa siang, vaksinasi dosis penguat baru mencakup 45.672.972 orang atau 21,93 persen dari sasaran vaksinasi COVID-19 yang seluruhnya 208.265.720 orang.

Baca juga: Sebanyak 650 personel gabungan amankan kunjungan Presiden di Ende

Vaksinasi dosis pertama dan vaksinasi dosis kedua tercatat sudah dilakukan pada masing-masing 96,16 persen dan 80,39 persen dari target vaksinasi COVID-19.

Menteri Kesehatan mengemukakan bahwa menurut hasil sero survei yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan pada Maret 2022 pemberian vaksinasi COVID-19 dosis penguat efektif meningkatkan kekebalan tubuh.

"Booster itu meningkatkan kekebalan atau kekuatan antibodi atau kadar antibodinya itu berlipat-lipat sehingga akan sangat melindungi (tubuh dari serangan virus penyebab penyakit)," katanya.

Baca juga: Jokowi sampaikan enam arahan terkait penyelenggaraan Pemilu 2024

Selain itu, Menteri Kesehatan mengatakan, pelaksanaan pelayanan vaksinasi COVID-19 harus digiatkan agar pasokan vaksin bisa segera didistribusikan, tidak sampai menumpuk di tempat penyimpanan dan berisiko kedaluwarsa sebelum digunakan.

"Arahan Bapak Presiden juga sekaligus untuk mempercepat stok vaksin yang banyak di daerah-daerah sekarang itu segera (didistribusikan untuk) menerapkan booster," katanya.

Hingga April 2022, Indonesia telah menerima 474 juta dosis vaksin COVID-19 yang terdiri atas sekitar 130 juta dosis vaksin hibah atau sumbangan dan 344 juta dosis vaksin yang dibeli oleh pemerintah.

Baca juga: Jokowi beri penghormatan terakhir untuk Buya Syafii

Baca juga: Puan Maharani ucapkan selamat atas pernikahan Ketua MK dan adik Jokowi

Baca juga: Jokowi salurkan tambahan modal bagi pelaku usaha di Pasar Gede

Baca juga: PBB puji Indonesia berhasil kendalikan COVID-19



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026