Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan perombakan atau reshuffle kabinet oleh Presiden Joko Widodo di Jakarta, Rabu, meliputi dua menteri dan tiga wakil menteri, sudah melalui pertimbangan matang.
"Bukan hal yang tiba-tiba. Dengan pemikiran yang sudah cukup matang dan diskusi yang panjang, Presiden memang memerlukan semacam refreshing dari beberapa menteri dan wakil menteri. Ini dilakukan kenapa pada sekarang? Karena momentumnya dihitung paling pas saat ini," kata Pramono di Jakarta, Rabu.
Pramono menyebutkan ada dua menteri dan tiga wakil menteri baru.
Ia berharap kehadiran menteri dan wakil menteri baru akan memperkuat kabinet yang ada.
Secara keseluruhan, menurut dia, sebenarnya dengan pengalaman Presiden yang sudah dua periode, sudah 8 tahun, Presiden cukup memahami persoalan yang ada, termasuk urusan minyak curah, urusan pangan, dan urusan energi.
"Hal itu yang menjadi prioritas. Maka, untuk itu kenapa kemudian ada penyegaran dalam tubuh kabinet," jelasnya.
Pramono mengatakan bahwa perombakan kabinet untuk membuat kerja kabinet lebih lincah. Apalagi, persoalan pangan dan inflasi saat ini juga telah menjadi persoalan dunia sehingga perombakan diperlukan.
Berita Terkait
Jokowi teken Keppres pemberhentian Pramono Anung dari Seskab
Kamis, 19 September 2024 13:33 Wib
Maju Pilkada DKI, Pramono Anung siap mundur demi kontestasi
Rabu, 28 Agustus 2024 16:54 Wib
Pramono Anung disebut tidak diharuskan mundur dari Seskab jadi Cagub
Rabu, 28 Agustus 2024 13:35 Wib
Jokowi bahas soal mobil listrik dengan para CEO di China
Kamis, 27 Juli 2023 14:35 Wib
Larangan buka puasa bersama hanya untuk pejabat pemerintahan
Kamis, 23 Maret 2023 19:35 Wib
Jokowi beri arahan soal peniadaan buka puasa bersama
Kamis, 23 Maret 2023 11:39 Wib
Basarnas diminta miliki alat pencarian berteknologi mutakhir
Kamis, 16 Februari 2023 14:37 Wib
Tiga mubaliq dikenakan pasal pendanaan teroris
Jumat, 19 November 2021 22:35 Wib