
Dukungan kesehatan mental dimulai dengan sikap tidak menghakimi

Jakarta (ANTARA) - Psikolog Ayu Sadewo, S. Psi. mengatakan dukungan terhadap rekan kerja yang mengalami tekanan mental perlu dimulai dari sikap tidak menghakimi dan kesediaan memahami perbedaan sudut pandang, bukan dari keinginan memberi solusi secara cepat.
Hal tersebut disampaikan Ayu dalam kegiatan Health Talk bertajuk Mind Matters: Menciptakan Ruang Aman untuk Sadar, Peduli, dan Saling Mendukung yang digelar Perum LKBN ANTARA, di Jakarta, Rabu.
Menurut psikolog yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun tersebut, banyak orang terbiasa menilai kondisi orang lain dari perilaku luar atau dari standar pribadi yang dimiliki. Padahal, setiap individu memiliki latar belakang, kapasitas mental, dan cara memaknai tekanan yang berbeda.
“Dalam satu situasi yang sama, dua orang bisa merasakan hal yang berbeda. Tidak ada yang sepenuhnya benar atau salah, semua bergantung pada sudut pandang masing-masing,” ujar Ayu.
Ia mencontohkan dukungan sering kali gagal tersampaikan karena diawali dengan penilaian. Alih-alih mendengarkan, seseorang justru langsung menyimpulkan atau membandingkan kondisi orang lain dengan pengalamannya sendiri.
Ayu menekankan bahwa menciptakan ruang aman di lingkungan kerja tidak selalu memerlukan program besar atau intervensi formal. Sikap sederhana seperti mendengarkan tanpa menghakimi, tidak meremehkan keluhan, dan memberi ruang bagi orang lain untuk bercerita sudah menjadi bentuk dukungan yang berarti.
Ia menjelaskan bahwa tekanan mental kerap tidak terlihat secara kasat mata. Seseorang bisa tampak berfungsi dengan baik, tetap bekerja, dan berinteraksi seperti biasa, tetapi menyimpan kelelahan emosional yang tidak terungkap.
Dalam kondisi tersebut, sikap lingkungan sekitar menjadi faktor penting. Respons yang menghakimi dapat membuat seseorang semakin menarik diri dan enggan mencari bantuan.
Ayu juga mengingatkan bahwa tujuan mendukung rekan kerja bukan untuk menjadi pemecah masalah, melainkan menjadi pendamping yang aman secara emosional. Dengan merasa diterima, seseorang akan lebih mudah menyadari kondisinya dan mencari bantuan yang tepat jika diperlukan.
Melalui diskusi ini, Ayu mengajak pekerja untuk membangun budaya saling peduli dengan menghargai perbedaan cara pandang, sebagai langkah awal menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat secara mental.
Pewarta : Farika Nur Khotimah
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
