
Perencanaan kehamilan dipengaruhi faktor biologis hingga kesehatan mental

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis kesuburan di Nova IVF Fertility, Kolkata, India Dr. Anindita Singh menjelaskan faktor-faktor yang dapat memengaruhi perencanaan kehamilan.
Menurut Singh dalam siaran Hindustan Times pada Jumat (15/5) waktu setempat, faktor-faktor tersebut meliputi pengaruh biologis, medis, dan pribadi.
“Dari sudut pandang fisiologis, orang mencapai tingkat kesuburan tertinggi mereka selama usia 20-an, yang mulai menurun setelah mereka mencapai usia 30 dan berlanjut hingga usia 35 ketika penurunan menjadi lebih nyata," katanya.
Penurunan ini terjadi karena baik jumlah sel telur maupun kualitasnya mengalami perubahan, yang memengaruhi peluang pembuahan dan perkembangan diabetes gestasional serta kelainan kromosom.
Ia percaya bahwa usia berperan sebagai faktor penentu hasil kehamilan, tetapi mereka juga mempertimbangkan faktor lain yang diperlukan untuk penilaian. Wanita berusia antara 30 dan 40 tahun dapat mengalami kehamilan yang sukses jika mereka menerima perawatan medis yang tepat dan penilaian kesehatan yang berkelanjutan serta menjaga stabilitas medis mereka.
“Tiga faktor utama yang menentukan status kesehatan meliputi kebugaran fisik dan keberadaan penyakit kronis, status kesehatan mental, dan akses ke perawatan medis berkualitas," tambahnya.
Hasil kehamilan ditentukan oleh faktor gaya hidup, yang meliputi nutrisi, kualitas tidur, tingkat stres, dan keberadaan kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol secara berlebihan.
Lebih lanjut ia menekankan bahwa orang yang akan menjadi orang tua perlu mengembangkan kemampuan fisik dan mental karena menjadi orang tua mengharuskan mereka untuk membentuk siapa dirinya sebagai orang tua.
Kesiapan untuk menjadi orang tua dicapai melalui perkembangan emosional, membangun hubungan, manajemen tanggung jawab, dan perkembangan biologis.
Orang perlu memahami siklus kesuburan mereka bersama dengan waktu yang tepat untuk mendapatkan bantuan medis sehingga dapat membuat keputusan reproduksi dengan percaya diri.
“Pemeriksaan kesehatan rutin, penilaian kesuburan dini jika diperlukan, dan diskusi terbuka dengan penyedia layanan kesehatan dapat lebih mendukung individu dalam membuat keputusan yang tepat dan tepat waktu tentang menjadi orang tua,” katanya.
Pewarta : -
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
