Proses peremajaan 41 unit kapal perang capai 40 persen

id Prabowo Subianto,Menhan,Kalteng,peremajaan 41 unit kapal perang

Proses peremajaan 41 unit kapal perang capai 40 persen

Pekerja melakukan proses "replating" pada kapal perang KRI Halasan di galangan PT PAL Indonesia, Surabaya, Selasa (23/1/2024). (ANTARA/Hanif Nashrullah)

Surabaya (ANTARA) - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyatakan proses refurbishment atau perbaikan dalam rangka peremajaan dan modernisasi sebanyak 41 unit kapal perang Republik Indonesia (KRI) telah mencapai 40 persen.

"Tadi saya bicara lewat konferensi video dengan direktur galangan-galangan swasta nasional yang mengerjakannya. Sampai sekarang sudah mencapai 40 persen," katanya kepada wartawan usai melakukan inspeksi terkait proses refurbishment di galangan PT PAL Indonesia, Surabaya, Selasa sore.
 
Perbaikan berbagai jenis kapal perang milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) itu dikerjakan oleh PT PAL bersama sejumlah galangan kapal swasta nasional lainnya.
 
Dalam proses refurbishment yang kontrak kerjanya disepakati sejak akhir tahun 2022 dan ditargetkan rampung seluruhnya pada Oktober 2024 tersebut, PT PAL menjadi lead integrator yang bertanggung jawab melakukan supervisi terhadap galangan kapal lainnya.
 
Menhan Prabowo dalam kunjungannya di galangan PT PAL memperoleh informasi bahwa proses refurbishment terhadap 41 kapal perang meliputi replating, repowering, peremajaan berbagai fasilitas dan akomodasi di dalam kapal, hingga pemutakhiran persenjataan, beserta sistem radarnya.
 
"Saya bangga terhadap kemajuan teknologi PT PAL dan juga galangan-galangan kapal swasta nasional lainnya," ujarnya.
 
Menhan Prabowo memastikan akan terus membangun kekuatan angkatan perang yang diupayakan dilakukan di dalam negeri.

"Karena negara kita sangat besar. Laut kita sangat besar. Kita harus menguasai alur laut. Selat-selat kita sangat strategis sehingga jadi incaran banyak negara. Jadi, ya, ini sesuatu yang membanggakan," ucapnya.
 
Anggaran perbaikan 41 kapal perang TNI AL itu mencapai 900 juta dolar Amerika Serikat. Anggaran tersebut turun dari alokasi yang semula sebesar 1,1 miliar dolar AS akibat efisiensi.
 
Menhan Prabowo optimistis setelah selesai refurbishment seluruhnya akan memiliki peningkatan kemampuan perang.
 
Setidaknya dalam jangka waktu 10 tahun ke depan dipastikan dapat beroperasi secara optimal dalam menjaga wilayah laut Indonesia.