
Terpilih jadi ketua KONI Kotim, Alexius janji bekerja keras

Sampit (ANTARA) - Alexius Esliter terpilih menjadi ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah periode 2025-2029 dari hasil Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI setempat.
"Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ini adalah amanah. Kita akan segera menyusun kepengurusan. Kita bersama-sama memajukan olahraga Kotawaringin Timur," kata Alexius di Sampit, Sabtu.
Ada tiga tokoh yang memenuhi syarat sebagai calon ketua KONI Kotawaringin Timur. Mereka adalah Ahmad Sarwo Oboi, Gahara dan Alexius Esliter. Mereka pun diundang saat Musorkablub.
Hasil pemungutan suara, Alexius unggul dengan mengantongi 16 suara, sedangkan Ahmad Sarwo Oboy di urutan kedua dengan 13 suara dan Gahara hanya mengantongi 2 suara.
Sebelumnya, KONI Provinsi Kalimantan Tengah menunjuk Caretaker KONI Kotawaringin Timur yang diketuai Heriansyah untuk menggelar Musorkablub. Hal ini dilakukan setelah kepengurusan KONI Kotawaringin Timur periode 2023-2027 harus berakhir lebih awal imbas kasus hukum yang membuat ketua dan bendahara menjadi terpidana.
Alexius berjanji akan bekerja keras serta bergandengan tangan dan merangkul semua pihak. Dia menyadari, kebersamaan akan menjadi modal yang kuat untuk kembali membangkitkan pembinaan dan prestasi olahraga Kotawaringin Timur.
Komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) akan ditingkatkan. Tujuannya agar pembinaan atlet bisa dioptimalkan, terlebih menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII pada September 2026 nanti.
Baca juga: Pemkab Kotim wanti-wanti pengurus baru KONI terkait pengelolaan anggaran
Tugas berat menanti karena pada Porprov sebelumnya di Sampit pada 2023 lalu, Kotawaringin Timur selaku tuan rumah berhasil menjadi juara umum. Ini menjadi tugas berat bagi KONI untuk mempertahankan gelar juara umum tersebut.
"Kawan-kawan di cabor haus akan sentuhan-sentuhan supaya bagaimana agar semangat kawan-kawan di cabor ini bisa kita bangkitkan lagi. Dan untuk menghadapi Porprov 2026, kita harus kerja ekstra untuk mengejar atau mempertahankan gelar juara umum," demikian Alexius.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mendorong KONI setempat untuk segera bangkit. Apalagi Kotawaringin Timur yang menyandang gelar juara umum Porprov Kalimantan Tengah, harus segera melakukan persiapan menghadapi Porprov XIII pada September 2026 nanti.
"Ketua KONI terpilih harus menjadi figur pemersatu. Bukan hanya pengelola, tetapi juga penggerak," kata Penjabat Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur, Masri.
Menurut Masri, prestasi tidak hanya dibentuk di gelanggang, tetapi juga dibangun lewat data teori dan inovasi. Pengembangan platform digital juga diperlukan untuk inovasi.
Pemetaan atlet dan kalender kejuaraan menjadi kebutuhan mendasar dalam pembinaan. Hal tidak kalah penting adalah perhatian terhadap infrastruktur dan keberpihakan anggaran.
Musorkablub ini diharapkan menjadi musyawarah yang dewasa, demokratis dan menjunjung tinggi etika organisasi.
"Perbedaan pilihan bukan masalah, tetapi jangan lupa bahwa semua berada di perahu yang sama yaitu Kabupaten Kotawaringin Timur," demikian Masri.
Baca juga: KSOP Sampit berkomitmen tingkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan
Baca juga: BNK Kotim manfaatkan MPLS untuk edukasi terkait bahaya narkoba
Baca juga: Wabup Kotim ungkap tantangan dalam pemenuhan murid Sekolah Perintis
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026
