BPBD Kotim optimalkan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana

id Pemkab Kotim, kalteng, Sampit, kotim, Kotawaringin Timur, Multazam, mitigasi bencana, BPBD kotim

BPBD Kotim optimalkan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana

Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam memberikan materi dalam Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 4 Sampit, Jumat (11/7/2025). ANTARA/HO-BPBD KotimĀ 

Sampit (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah semakin gencar menjalankan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dalam bagian upaya kesiapsiagaan bersama menghadapi ancaman bencana.

"Ini terkait dengan harmonisasi kebencanaan di dunia pendidikan. Kita menginduksi sekolah karena mereka adalah usia dini, usia remaja yang kemudian bisa menjadi agen-agen dalam melakukan pencegahan kebencanaan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Senin.

Poin penting aksi dalam kesiapsiagaan yaitu menghindar dari bencana. Misalnya saat terjadi banjir, maka warga harus mencari tempat yang lebih tinggi sehingga dia menghindar dari bencana.

Aksi lainnya adalah upaya meminimalisir bencana melalui mitigasi. Misalnya jika banjir itu diakibatkan tindakan seperti membuang sampah sembarangan dan terjadinya penggundulan hutan sehingga daerah tangkapan air berkurang, maka perlu aksi mencegah hal-hal tersebut.

Aksi ketiga yaitu mampu berharmonisasi dengan bencana. Aksi ini bertujuan untuk menciptakan keselarasan, saling mendukung, menghindari tumpang tindih, dan memastikan efektivitas upaya penanggulangan bencana secara keseluruhan.

Baca juga: Dishub Kotim yakin pembangunan PJU selesai tepat waktu

Tujuan inilah yang ingin dicapai BPBD Kotawaringin Timur sehingga gencar menjalankan Program SPAB. Saat ini program tersebut disinergikan dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolah-sekolah.

Melalui kegiatan ini, BPBD perlahan-lahan memasuki wilayah pendidikan. Hal ini juga didasarkan pertimbangan bahwa kelompok paling mudah untuk diinduksi dalam terkait kebencanaan dan pemahaman kesiapsiagaan adalah dunia pendidikan.

Tidak hanya di dalam kota, kegiatan ini juga menjangkau wilayah selatan yang merupakan wilayah paling rawan, khususnya ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan, serta juga potensi banjir dan kekeringan. Tidak ketinggalan pula menjangkau wilayah utara yang rawan potensi banjir.

Multazam mengapresiasi sekolah yang berinisiatif mengundang BPBD, seperti SMAN 4 Sampit, SMA Taruna Jaya dan lainnya. Selain itu, sebelumnya juga ada sekolah yang sudah secara mandiri mengikuti Program SPAB pada saat Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 26 April 2025 serempak secara nasional.

Ada 29 sekolah yang saat itu secara mandiri mengikuti Program SPAB. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di Kota Sampit, kecamatan-kecamatan, bahkan hingga sekolah di areal perusahaan besar perkebunan kelapa sawit.

"Program ini terus kami perluas dan optimalkan. Kita kan bukan hanya formalitas pada pengajar, tetapi juga kita harus masuk ke dunia anak-anaknya atau siswa-siswinya," demikian Multazam.

Baca juga: DPRD Kotim sebut ketidaktahuan bukan alasan kesalahan pengelolaan dana desa

Baca juga: Viral nama satu huruf, Disdukcapil Kotim siap dampingi penggantian ke pengadilan

Baca juga: Terpilih jadi ketua KONI Kotim, Alexius janji bekerja keras


Pewarta :
Editor : Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.