Wabup Pulang Pisau tegaskan pentingnya kesiapsiagaan hadapi bencana

id pemkab pulpis, wabup ahmad jayadikarti, bencana alam, kemarau, kesiapsiagaan bencana, karhutla, kebakaran hutan, kebakaran lahan, cuaca ekstrem, pulan

Wabup Pulang Pisau tegaskan pentingnya kesiapsiagaan hadapi bencana

Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta. (ANTARA/Dita Marsena)

Pulang Pisau (ANTARA) - Wakil Bupati Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Ahmad Jayadikarta menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan ketangguhan dalam menghadapi potensi bencana yang tinggi di kabupaten setempat dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Kita semua menyadari Kabupaten Pulang Pisau merupakan daerah dengan tingkat risiko bencana cukup tinggi, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, hingga dampak cuaca ekstrem," katanya di Pulang Pisau, Jumat.

Situasi ini, papar Ahmad, menuntut kesiapsiagaan dan ketangguhan yang bukan hanya bersumber dari pemerintah, tetapi juga sinergi seluruh pemangku kepentingan.

“Harapan kita seperti yang tadi disampaikan, ini sebenarnya harus kita laksanakan dengan serius," tegasnya.

Baca juga: Lomba cerdas cermat pelajar meriahkan 80 tahun Kemerdekaan RI di Pulpis

Membuka Fokus Group Discussion (FGD) untuk kajian penghitungan Index Ketahanan Daerah (IKD) terhadap risiko bencana di Aula Banama Tingang Kantor Bupati Pulang Pisau, dirinya juga mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak hanya berorientasi pada anggaran semata.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan, adalah menjalankan program dan kebijakan penanggulangan bencana secara konsisten dan penuh tanggung jawab.

“Saya berharap OPD bukan hanya mengejar buat anggaran saja, tetapi dilaksanakan dan diikuti dengan serius,” ujarnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulang Pisau Tekson menyampaikan, hingga saat ini sudah terdapat dua titik hot spot yang menjadi perhatian pihaknya.

Salah satunya berada di sekitar Kahayan Tengah yang merupakan perbatasan antara Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau.

“Titik itu sangat jauh dan sudah kita tracking melalui jalur cetak sawah, tetapi tidak tembus karena aksesnya memang sulit,” terangnya.

Baca juga: Wakil Bupati Pulang Pisau serahkan 1.000 buku bantuan perpustakaan nasional

Ia menambahkan titik kedua yang menjadi perhatian berada di wilayah Paduran Sebangau Kecamatan Sebangau Kuala. Menurutnya, lokasi ini juga cukup sulit dijangkau karena tidak adanya akses memadai sehingga menyulitkan upaya pemadaman maupun patroli rutin.

Lebih lanjut Tekson menjelaskan, saat ini Pulang Pisau menghadapi dilema iklim. Wilayah Banama Tingang dan Kahayan Tengah curah hujan masih terjadi, sementara di kawasan Jambiren hingga ke wilayah hilir, kondisi kemarau sudah cukup ekstrem dan diprediksi berlangsung hingga bulan September.

“Kita mengalami kemarau cukup panas dalam tiga bulan ke depan dan puncaknya terjadi pada bulan September,” ungkapnya.

Berdasarkan pemantauan BPBD, sejauh ini telah terjadi empat kejadian kebakaran lahan yang diduga akibat kelalaian manusia. Salah satunya terjadi di Desa Petuk Liti, tepatnya di tepi jalan, serta kebakaran terakhir yang terjadi di belakang kantor DPRD.

“Sebagian besar kejadian ini karena unsur kelalaian. Lahannya sudah kering, mungkin ada warga yang membuang puntung rokok sembarangan atau membakar lahan tanpa pengawasan,” terang Tekson.
Baca juga: Hari Jadi Desa Garantung jadi momentum introspeksi kinerja pemerintah desa

Baca juga: Wabup Pulpis: Damang berperan penting jaga dan lestarikan adat

Baca juga: Bupati Pulang Pisau instruksikan pemdes mengikuti upacara Kemerdekaan RI


Pewarta :
Editor : Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.