Logo Header Antaranews Kalteng

Pandih Batu Cup ajang penjaringan talenta sepak bola daerah

Sabtu, 26 Juli 2025 10:24 WIB
Image Print
Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta dan lainnya usai membuka turnamen sepak bola Pandih Batu Cup 2025 di lapangan sepak bola Desa Talio Muara. (ANTARA/Dita Marsena)

Pulang Pisau (ANTARA) - Wakil Bupati Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Ahmad Jayadikarta mengatakan, Pandih Batu Cup 2025 yang digelar di lapangan Desa Talio Muara Kecamatan Pandih Batu, tak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana menjaring dan mengembangkan talenta daerah.

“Kegiatan ini bukan semata-mata mengejar juara, tetapi sebagai momen mencari putra-putra terbaik dari Pulang Pisau, agar tidak lagi memakai pemain dari luar, cukup dari lokal kita sendiri,” tegasnya di Pulang Pisau, Jumat.

Ia menegaskan setiap tim yang ikut serta dalam turnamen ini wajib menurunkan pemain-pemain asli dari desa atau kecamatan masing-masing.

“Saya berharap turnamen ini bukan sekadar pertandingan, tapi proses seleksi untuk pembentukan tim kabupaten nantinya,” ujarnya.


Baca juga: Wabup Pulang Pisau tegaskan pentingnya kesiapsiagaan hadapi bencana

Ahmad Jayadikarta juga mengingatkan pentingnya komitmen bersama agar tidak ada tim yang menggunakan pemain sewaan. Ia menyebut, upaya seperti ini perlu didukung pembinaan serius dari KONI Pulang Pisau sebagai induk organisasi olahraga di daerah.

Ketua KONI Pulang Pisau Miguhartaku mengatakan, hasil dari turnamen antar kecamatan ini selanjutnya menjadi bahan seleksi awal menuju pembentukan tim kabupaten.

Dia mengatakan KONI menampung seluruh pemain terbaik yang benar-benar berasal dari Pulang Pisau untuk kemudian dibina secara intensif.

“Semua pemain yang menonjol diseleksi dan kami bawa ke kabupaten yang nantinya ada pelatihan khusus untuk mereka yang lolos seleksi dan disiapkan bertanding di tingkat provinsi, termasuk dalam ajang porprov di Kotawaringin Barat,” tuturnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama turnamen berlangsung, karena kericuhan antar pemain maupun pendukung kerap menjadi kendala dalam turnamen daerah.

“Jangan sampai ada konflik, kita cari bibit unggul, bukan adu emosi di lapangan,” ujar Miguhartaku.

Ketua Panitia Pandih Batu Cup 2025 Dodi Wijaya mengatakan, turnamen ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dalam menjaring atlet-atlet lokal berkualitas.

“Tujuannya jelas, yaitu mencari dan merekrut atlet-atlet lokal atau atlet asli dari Kabupaten Pulang Pisau untuk dibina dan dikembangkan, agar ke depan bisa menjadi atlet membanggakan daerah,” ungkap Dodi.

Ia menambahkan, Pandih Batu Cup tahun ini diikuti 12 tim yang merupakan perwakilan dari 12 desa, sementara itu empat desa lainnya belum berpartisipasi dalam ajang ini karena kendala internal masing-masing.

“Total ada 16 desa di wilayah ini, namun hanya 12 desa yang mengirim tim. Meski begitu, kami tetap berharap ke depan partisipasi bisa lebih maksimal,” demikian Dodi Wijaya.

Baca juga: Lomba cerdas cermat pelajar meriahkan 80 tahun Kemerdekaan RI di Pulpis

Baca juga: TNI-Bulog bersinergi pastikan bantuan pangan sampai ke perdesaan Kalteng

Baca juga: Pelajar Pulang Pisau diberikan literasi pasar modal cegah jeratan pinjol



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026