
TP-PKK Katingan-TNI tanam 3.000 bibit cabai tekan inflasi

Kasongan (ANTARA) - Menghadapi tantangan inflasi akibat kenaikan harga pangan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Katingan, (Kalimantan Tengah) berkolaborasi dengan TNI menanam 3.000 bibit cabai di Kebun PKK, Sekretariat TP-PKK.
Ketua TP-PKK Kabupaten Katingan, Sumiati Saiful, menuturkan bahwa cabai merupakan salah satu komoditas yang kerap memicu inflasi.
“TP-PKK Kabupaten Katingan bersama TNI melaksanakan gerakan menanam cabai sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah. Sebanyak 3.000 bibit cabai kita tanam bersama sore ini. Semoga bisa tumbuh subur dan berbuah lebat,” jelasnya.
Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat sinergi lintas sektor, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan mandiri.
Penanaman ini juga mendapat pendampingan teknis dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) untuk memastikan bibit tumbuh optimal hingga masa panen.
Kegiatan dilakukan serentak di lahan yang telah dipersiapkan sebagai langkah nyata menjaga kestabilan harga dan memperkuat ketahanan pangan lokal.
Baca juga: Pemkab Katingan gandeng WWF untuk kelola ekosistem gambut
Gerakan ini menjadi bagian dari program Pokja III AKU HATINYA PKK, yang mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif.
Diharapkan, langkah ini dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus menambah pendapatan keluarga.
Masyarakat sekitar menyambut positif kegiatan ini dan menilai kolaborasi antarinstansi mampu memberi contoh konkret pemanfaatan lahan untuk pertanian yang bermanfaat secara ekonomi dan berkelanjutan.
"Cabai merupakan salah satu bahan pokok yang sering memicu kenaikan harga di pasar. Dengan adanya penanaman ini, diharapkan ketersediaan cabai di wilayah kita semakin terjaga sehingga harga lebih stabil,” katanya.
Bibit cabai yang ditanam diproyeksikan mulai panen dalam waktu 3–4 bulan ke depan. Hasilnya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan lokal, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, serta menekan potensi gejolak harga.
"Kami bersama Pemkab Katingan berkomitmen melanjutkan program serupa dengan melibatkan lebih banyak kelompok tani dan rumah tangga, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," kata Sumiati.
Baca juga: Operasi Bibir Sumbing meriahkan perayaan HUT ke-80 RI di Katingan
Baca juga: Sekolah Rakyat Katingan mulai registrasi siswa tahun ajaran baru
Baca juga: GOW Katingan salurkan bantuan untuk korban kebakaran di Petak Bahandang
Pewarta : Rendhik Andika
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
