
Pemerintah Kota Palangka Raya catat 3.800 IKM

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat sebanyak 3.800 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) aktif menjalankan usaha di daerah setempat.
"Berdasarkan data Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) setempat, pada 2024 tercatat lebih dari 3.800 unit IKM tersebar di seluruh kecamatan. Untuk tahun ini masih terus dalam pencatatan," kata Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Palangka Raya, Gloriana Aden di Palangka Raya, Kamis.
Dia mengatakan jumlah ini membuktikan bahwa masyarakat kita memiliki semangat kewirausahaan yang tinggi, dengan berbagai produk unggulan yang terus dikembangkan.
"Produk yang dihasilkan pun beragam, mulai dari olahan pangan berbasis bahan lokal, kerajinan tangan yang mengangkat kearifan budaya daerah, hingga produk kreatif berbasis digital," katanya.
Menurut dia, keberagaman produk olahan IKM di wilayah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah ini merupakan modal besar untuk memperkuat ekonomi lokal.
Meski demikian, Gloriana mengakui masih ada sejumlah tantangan yang harus diatasi. Keterbatasan permodalan, pemasaran yang belum optimal, serta kualitas produk yang perlu ditingkatkan menjadi isu utama yang harus mendapat perhatian.
“Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong pelaku IKM untuk berinovasi agar produk mereka mampu bersaing di pasar yang lebih luas, bahkan hingga tingkat internasional,” tegasnya.
Baca juga: Ribuan pelanggan nikmati promo tambah daya PLN Energi Kemerdekaan 2025
Glori berharap pertumbuhan IKM yang ada dapat terus berlanjut dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat. “Dengan dukungan semua pihak, IKM akan menjadi pilar utama perekonomian yang tangguh dan inklusif,” katanya.
Kepala DPKUKMP Kota Palangka Raya,Samsul Rizal menyatakan, potensi lokal yang dimiliki oleh pelaku usaha di masing-masing sentra IKM dapat dikenali, dikembangkan, dan diberdayakan secara optimal.
"Selain sosialisasi, kami juga terus melakukan pelatihan, pendampingan dan fasilitasi, pelaku IKM sehingga mampu meningkatkan kualitas, daya saing dan nilai tambah produknya," katanya.
Kami juga terus mendorong pelaku usaha terus berkembang hingga nantinya mampu menciptakan ciri khas dan identitas produk di setiap kelurahan ataupun sentra IKM yang ada.
Baca juga: FK UMPR resmi lantik BEM pertama untuk jadi motor penggerak mahasiswa
Baca juga: Sebanyak 50 mahasiswa baru Fakultas Kedokteran UMPR ikuti P2KK
Baca juga: Pemkot Palangka Raya sosialisasi potensi usaha perkuat pemenuhan standar produk IKM
Pewarta : Rendhik Andika
Editor:
Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
