
Bupati Katingan sampaikan isu strategis ke Kementerian Kehutanan

Kasongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan terus melakukan langkah proaktif dalam memperjuangkan kepentingan daerah, khususnya terkait sektor lingkungan dan kehutanan. Hal ini ditunjukkan dengan kunjungan Bupati Katingan, Saiful, didampingi Pj Sekda dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Menteri Kehutanan Republik Indonesia di Jakarta.
Saiful mengatakan audiensi tersebut membahas berbagai isu penting yang selama ini menjadi tantangan Katingan. Salah satunya menyangkut Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR) yang sejak 2018 tidak pernah diterima oleh Pemkab. Padahal, Katingan diketahui sebagai salah satu kabupaten dengan peran besar dalam menjaga kawasan hutan.
Selain soal DBH-DR, Bupati juga menyinggung keterbatasan ruang terbuka untuk pembangunan yang hanya tersisa sekitar 12,56 persen dari total luas wilayah. Kondisi ini dinilai menghambat pembangunan infrastruktur, penyediaan fasilitas umum, dan potensi pengembangan daerah di masa mendatang.
Tak hanya itu, usulan pembentukan Taman Hutan Raya (Tahura) dan mekanisme perdagangan karbon turut mengemuka. Bupati menilai, hingga kini masyarakat Katingan belum merasakan manfaat nyata dari program karbon internasional yang melibatkan wilayah mereka.
“Harus ada kebijakan yang lebih berpihak, agar masyarakat lokal ikut merasakan dampaknya,” jelasnya.
Persoalan pengelolaan Hutan Lindung Sebangau juga masuk dalam agenda pembahasan. Bupati Saiful menekankan perlunya dukungan lintas kementerian untuk menjamin kelestarian ekosistem sekaligus membuka peluang pemanfaatan berkelanjutan.
Dia mengatakan, langkah audiensi ini bukan hanya untuk menyampaikan keluhan, melainkan juga membangun sinergi yang lebih kuat dengan pemerintah pusat. “Kami ingin mencari solusi bersama. Harapannya, apa yang kami perjuangkan dapat memperkuat pembangunan daerah tanpa meninggalkan aspek kelestarian lingkungan,” tegasnya.
Pewarta : Naslee/Rendhik Andika
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
