Palangka Raya (ANTARA) - Sebanyak 42 ribu siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) telah menikmati atau tersentuh program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Dari total target penerima MBG di Kota Palangka Raya yang mencapai 75.117 siswa, sampai saat ini, tercatat sekitar 42 ribu sasaran telah tersentuh program ini," kata Pj Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak di Palangka Raya, Jumat.
Dia menambahkan, bahwa program tersebut akan terus diperluas secara bertahap sehingga nantinya seluruh sasaran MBG menikmati program nasional tersebut.
"Dari total 20 dapur MBG yang ditargetkan beroperasi, hingga kini masih terdapat 9 dapur yang belum berjalan. Empat di antaranya masih dalam tahap perbaikan sesuai laporan koordinator wilayah Badan Gizi Nasional,” katanya.
Pernyataan itu diungkapkan dia saat dikonfirmasi terkait pelaksanaan rapat percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di lingkup Pemerintah Ibu Kota Provinsi Kalteng.
"Rapat ini sendiri merupakan tindak lanjut dari pembentukan Satuan Tugas (Satgas) MBG yang dilakukan pekan lalu," kata Arbert.
Baca juga: Pemkot-DPRD Palangka Raya perkuat penanganan kemiskinan lewat perda
Dia mengatakan, para rapat tersebut berbagai instansi yang terlibat juga membahas percepatan pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari 20 SPPG baru yang direncanakan, lima di antaranya didorong segera terealisasi, melengkapi 15 yang sudah dalam proses.
“Ke depan akan dibuat peta SPPG dan peta sasaran sekolah sebagai bahan evaluasi bersama,” tambahnya.
Arbert juga menyoroti persoalan distribusi makanan bergizi di wilayah bantaran sungai. Sebab, jumlah siswa di kawasan tersebut tidak memenuhi syarat minimal 1.000 hingga 3.000 orang.
“Kami bersama camat, lurah, dan PKK setempat akan mencari solusi agar anak-anak sekolah di bantaran sungai tetap bisa menikmati layanan MBG,” ujar Arbert.
Ke depan lanjut Arbert, Pemkot Palangka Raya juga berencana mempertemukan pengelola SPPG dengan sejumlah perangkat daerah (PD) terkait logistik, seperti Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, hingga Dinas Lingkungan Hidup. Tujuannya, untuk menyinergikan regulasi sekaligus memanfaatkan potensi logistik daerah.
“Dengan integrasi yang kuat, kami berharap program ini berjalan efektif dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anak-anak sekolah, khususnya dalam mendukung pemenuhan gizi seimbang di Kota Palangka Raya,” kata Arbert.
Baca juga: DPRD Palangka Raya optimistis Sekolah Rakyat mampu atasi masalah putus sekolah
Baca juga: Legislator Palangka Raya ini sebut kontrak kerja sama MBG perlu ditinjau ulang
Baca juga: DPRD Palangka Raya apresiasi gerak cepat pemkot renovasi SDN 11
