Palangka Raya (ANTARA) - SMKN 3 Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) kedatangan guru bantu dari Amerika Serikat (AS) untuk mendukung peningkatan kemampuan bahasa Inggris para pelajar sekolah kejuruan tersebut.
"Di Kalimantan Tengah saat ini ada dua sekolah yang mendapatkan dukungan guru bahasa Inggris dari Amerika, salah satunya adalah sekolah kami," kata Kepala SMKN 3 Palangka Raya Rahmi Kurnia Handayani di Palangka Raya, Senin.
Tenaga pendidik dari AS ini merupakan perwakilan dari Program Fullbright English Teaching Assistant (ETA) inisiasi Departemen Luar Negeri AS.
Para guru bantu ini merupakan warga AS lulusan S1 atau S2 dari berbagai bidang studi yang bertugas menjadi asisten guru bahasa Inggris. Mereka bertugas membantu para pelajar meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris.
Baca juga: Pemprov Kalteng perkuat pencegahan korupsi
Tenaga guru bantu dari AS untuk bahasa Inggris ini akan bertugas selama beberapa bulan di SMKN 3 Palangka Raya, bekerja sama dengan enam guru bahasa Inggris yang telah dimiliki sekolah.
"Jadi mereka di sini membantu anak-anak belajar bahasa Inggris sesungguhnya seperti apa," terangnya.
Nia Anne Marie Dufeal guru bantu dari Amerika Serikat di SMKN 3 Palangka Raya mengatakan sangat senang karena telah mendapat kesempatan untuk mendukung pembelajaran di sekolah tersebut.
"Secara bertahap saya mempelajari dan beradaptasi, bagaimana penyesuaian dengan program pembelajaran di sini, dan semua berjalan dengan baik," tuturnya.
Baca juga: DPRD minta Pemprov Kalteng optimalkan program penanggulangan kemiskinan
Anne mengatakan penerapan digitalisasi dalam pembelajaran di SMKN 3 Palangka Raya sudah sangat baik dan dirasakan tidak jauh berbeda dengan yang ia temui di AS.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng Reza Prabowo menyambut baik adanya program pembelajaran ini, dan menilai dukungan guru bantu dari AS memberi pengalaman belajar semakin baik bagi para pelajar.
"Katanya tadi similar (serupa) bahkan perguruan tinggi di Amerika sudah semua digitalisasi, dan alhamdulillah kita di Kalteng juga sudah terdigitalisasi 100 persen, supaya anak-anak di sekolah memiliki pengalaman baru, makin mudah mengakses konten pembelajaran serta semakin inovatif," kata Reza.
Baca juga: Gubernur Kalteng: Santri sebagai penjaga moral bangsa
Baca juga: DPRD minta Pemprov Kalteng negosiasi agar pemerintah pusat tidak turunkan TKD
Baca juga: Indeks SPBE Pemprov Kalteng meningkat secara konsisten
