Logo Header Antaranews Kalteng

DPRD minta Pemkot Palangka Raya benahi pasar eks Terminal Tjilik Riwut

Senin, 3 November 2025 10:57 WIB
Image Print
Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi. ANTARA/HO-Sekretariat DPRD Kota Palangka Raya

Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Syaufwan Hadi meminta pemerintah kota segera membenahi pasar eks terminal bus di Jalan Tjilik Riwut kilomenter 8, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya.

"Karena akhir-akhir ini aktivitas masyarakat di sana sudah semakin masif. Banyak pedagang yang berjualan di sana, tetapi sarana dan prasarananya belum memadai," katanya di Palangka Raya, Senin.

Dia mengungkapkan, penataan tersebut mencakup renovasi lapak pedagang agar tampil lebih tertib, layak, dan mendukung kenyamanan baik bagi pedagang maupun pembeli.

Sebagai area yang kini menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, dia menilai penataan perlu dilakukan agar tidak terkesan semrawut dan tetap memberikan kenyamanan bagi semua pihak.

“Penataan ini meliputi renovasi lapak pedagang agar lebih tertata dan nyaman ditempati. Jadi kan warga bisa dengan nyaman berbelanja di sana,” ucapnya.

Syaufwan juga mengungkapkan, penataan yang dilakukan pemerintah kota harus dilakukan secara berkala oleh instansi teknis, khususnya Dinas Perhubungan selaku pemilik lokasi, bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Pengelola Pasar Kota Palangka Raya, guna memastikan pengelolaan pasar dadakan berjalan efektif.

Baca juga: BKPSDM Palangka Raya perkuat profesionalitas PPPK pada pelayanan publik

Menurutnya, keberadaan pasar dadakan di eks Terminal Km 8 sangat membantu warga sekitar, terutama mereka yang tinggal jauh dari pasar resmi.

“Pasar dadakan di eks terminal km 8 tersebut sangat membantu bagi masyarakat di wilayah tersebut yg jauh dari lokasi pasar resmi,” ujarnya.

Selain itu, Syaufwan juga menekankan penataan yang baik juga diharapkan bisa mendorong perputaran ekonomi lokal dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi.

Pemerintah Kota pun didorong agar menyiapkan konsep penataan yang terintegrasi sehingga pasar dadakan tersebut dapat terus beroperasi dengan tertib, bersih, dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“Penataan bukan hanya soal estetika, tapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, kawasan ini bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi warga dan daerah,” demikian Syaufwan.

Baca juga: Wali Kota Palangka Raya dorong inovasi kuliner lokal

Baca juga: PLN Kalselteng terjunkan 6 Tim PDKB jaga keandalan listrik jelang musim hujan

Baca juga: Diskominfo Kota Palangka Raya perluas layanan digital sampai kelurahan



Pewarta :
Editor: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026