
DPRD minta Pemkot Palangka Raya tebang pohon rawan tumbang

Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Ketua II Komisi I DPRD Palangka Raya, Kalimantan Tengah Syaufwan Hadi meminta pemerintah kota menebang pohon-pohon yang rawan tumbang, agar tidak memakan korban ketika terjadi hujan disertai angin kencang.
"Seperti hari Kamis kemarin kan ada warga yang menjadi korban tertimpa pohon tumbang di Jalan Patih Rumbih. Ini kan berbahaya bagi warga," katanya di Palangka Raya, Jumat.
Dia mengatakan, pohon merupakan aset vital perkotaan yang memberikan manfaat besar bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, perawatan dan pengawasan kondisi pohon perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Dia mengakui keberadaan pohon berperan besar dalam menjaga kualitas udara di Palangka Raya, namun apabila ada sejumlah pohon yang telah tua dan rawan tumbang maka harus segera diatasi pemerintah.
"Pemangkasan pohon secara berkala harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Ini penting untuk mencegah potensi bahaya, seperti cabang atau batang pohon yang dapat tumbang dan membahayakan pengguna jalan," ucapnya.
Baca juga: YBM PLN Santuni Panti Asuhan Ar-Rahman hadirkan bahagia bersama anak yatim
Syaufwan juga mendorong dinas terkait agar melakukan pemeriksaan dan peremajaan pohon secara teratur, terutama terhadap pohon-pohon besar yang berada di area publik dan padat aktivitas warga.
Selain itu, ia berharap pemerintah kota dapat melibatkan tenaga ahli atau arborist dalam melakukan penilaian kondisi pohon.
"Langkah ini penting agar keputusan penebangan maupun pemangkasan dilakukan secara tepat tanpa mengorbankan fungsi ekologis pohon di wilayah kota," ujarnya.
Menurutnya, penanganan pohon rawan tumbang tidak hanya sebatas reaktif setelah terjadi insiden, tetapi harus bersifat preventif dengan menyusun data dan peta pohon berisiko tinggi di setiap kawasan. Dengan begitu, potensi bahaya bisa diminimalkan lebih awal.
Ia juga mengimbau seluruh warga tidak beraktivitas di luar ruangan ketika terjadi hujan yang disertai angin kencang untuk menghindari berbagai macam potensi bahaya.
"Jika sedang di jalan, warga bisa berteduh di tempat yang aman, jangan berteduh di bawah pohon karena rawan menjadi korban sambaran petir atau pohon tumbang," demikian Syaufwan.
Baca juga: DPKUKMP Palangka Raya terus tingkatkan pelatihan bagi pelaku UMKM
Baca juga: DIKE FMIPA UGM jajaki kerja sama dan sosialisasi Pascasarjana ke UMPR
Baca juga: Milad 1 Tahun FK UMPR jadi momen introspeksi dan evaluasi
Pewarta : Rajib Rizali
Editor:
Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
