Nanga Bulik (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah kembali menyelenggarakan Lamandau Expo dengan fokus pada penguatan sektor ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat.
“Lamandau Expo menjadi ruang bertemu pelaku budaya dan pelaku usaha. Budaya menjadi inspirasi, ekonomi menjadi penggerak,” kata Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid di Nanga Bulik, Sabtu.
Pameran yang diikuti ratusan pelaku UMKM ini menampilkan berbagai produk unggulan, mulai dari kriya, mode, kuliner, hingga pariwisata.
Mengusung konsep “Best deal of the day expo Lamandau diharap dapat meningkatkan transaksi ekonomi lokal hingga lebih dari Rp7 miliar.
Baca juga: Festival Babukung: Merawat tradisi, menyongsong masa depan
Diketahui panitia menargetkan lebih dari 100.000 pengunjung hadir selama tujuh hari pelaksanaan, termasuk wisatawan mancanegara yang tertarik dengan wisata budaya Borneo.
Selain karnaval dan pameran, festival juga dimeriahkan dengan workshop kreatif, lomba fotografi budaya, dan konser musik nasional yang menghadirkan musisi populer.
Pelaksanaan expo bersamaan dengan Festival Babukung diharap mampu menyatukan warisan dan masa depan.
Melalui tema “Culture Meets Future”, Pemerintah Kabupaten Lamandau berupaya menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan daerah.
“Kami ingin Lamandau dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kematangan budayanya. Festival ini menjadi undangan bagi dunia untuk melihat bagaimana budaya Dayak Tomun beradaptasi tanpa kehilangan jiwanya,” jelas Hamid.
Festival Babukung dan Lamandau Expo 2025 diharap menjadi agenda unggulan yang memperkuat posisi Lamandau sebagai salah satu pusat kebudayaan dan destinasi wisata di Kalimantan.
Baca juga: SMPN 2 Bulik juara umum Pramuka Saka Bhayangkara
Baca juga: Bupati Lamandau minta PPPK bekerja profesional beri layanan terbaik bagi masyarakat
Baca juga: Bupati Lamandau hadiri ritual adat pembuka Festival Babukung
