Logo Header Antaranews Kalteng

Teknologi digital telah diupayakan oleh Kemkomdigi agar bisa dimanfaatkan seluruh warga

Minggu, 16 November 2025 12:59 WIB
Image Print
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah menyampaikan paparan pada acara Ngopi Bareng Komdigi di kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Jumat (14/11/2025). Dalam paparannya, Edwin Hidayat menyampaikan Komdigi terus berupaya mencegah penipuan online atau scamming dengan tujuan mencuri data pribadi, keuangan, atau menipu korban untuk mendapatkan keuntungan finansial. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/bar (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengupayakan seluruh warga, termasuk mereka yang tinggal di perdesaan, bisa memanfaatkan dukungan teknologi digital.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah mengatakan bahwa teknologi digital seharusnya dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha, petambak, dan petani di perdesaan.

Dalam jumpa pers di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Jumat, ia mengemukakan bahwa selama transformasi digital bisa muncul risiko teknologi hanya dinikmati oleh masyarakat di kota besar dan mereka yang berpendidikan tinggi.

"Padahal teknologi digital ini harus lebih inklusif dan dia bisa digunakan oleh siapa aja," kata Edwin.

Oleh karena itu, Kemkomdigi menjalankan program-program untuk mendukung pemanfaatan teknologi baru dalam pelaksanaan kegiatan produktif di desa-desa bekerja sama dengan kementerian dan lembaga pemerintah yang lain.

"Kita sudah melakukan ini melalui kerja sama dengan KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) di Sukabumi dan dengan Kementan (Kementerian Pertanian) di Sragen. Tentu kita akan kerja sama dengan kementerian terkait untuk melanjutkannya," kata Edwin.

Kemkomdigi juga berupaya meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan pangan, air, dan energi. Upaya ini antara lain dilakukan bekerja sama dengan perusahaan rintisan.

"Sektor pangan kita sudah, kita juga sudah mau mulai penggunaan teknologi digital untuk konservasi di pedesaan, dan untuk sektor-sektor yang lain," kata Edwin.

"Kita mau coba nanti untuk meningkatkan hasil peternakan. Jadi jangan cuma satu sektor saja, tapi ke beberapa sektor yang memang itu adalah tingkat akar rumput," katanya.

Menteri Komunikasi Digital Meutya Hafid sebelumnya menyampaikan bahwa penggunaan Internet of Things (IoT) dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi di sektor usaha pertanian.

"Setelah menggunakan IoT atau Internet of Things dan kecerdasan artifisial sederhana, ini sudah mampu mengurangi pemakaian pupuk sampai 50 persen dengan produktivitas yang juga meningkat dan emisi karbon yang lebih rendah," katanya.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026