
Gubernur Kalteng: Unit Layanan Disabilitas dukung perkembangan ABK

Palangka Raya (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran mengatakan, keberadaan Unit Layanan Disabilitas di Kota Palangka Raya menjadi salah satu wujud nyata dalam mendukung perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).
"Di sini tersedia berbagai fasilitas, mulai dari terapi motorik, terapi sensorik, hingga alat peraga edukatif yang dirancang untuk mendukung perkembangan anak-anak ABK," kata Agustiar di Palangka Raya, Rabu.
Gubernur menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk terus memastikan layanan seperti ini terus hadir sehingga dapat benar-benar membantu tumbuh kembang ABK.
Hal itu dia sampaikan saat meresmikan Unit Layanan Disabilitas di Jalan Tjilik Riwut KM 5 Palangka Raya, sekaligus membuka Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia Anak Berkebutuhan Khusus (Fiksi ABK) tingkat provinsi tahun 2025.
Diketahui bangunan yang kini menjadi Unit Layanan Disabilitas tersebut dulunya adalah bangunan Huma Berkah yang dialihfungsikan.
Baca juga: Pemprov Kalteng cegah ekstremisme dan terorisme di kalangan pelajar
Pemanfaatan kembali bangunan ini dilakukan agar dapat memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas layanan bagi penyandang disabilitas.
Di sela kegiatan ini, gubernur juga memberikan motivasi kepada para siswa, mengajak mereka untuk selalu percaya diri, menjaga semangat belajar, serta menjauhi pengaruh pergaulan buruk yang dapat menghambat masa depan mereka.
“Saya mengajak anak-anak semua untuk selalu percaya diri, terus menjaga semangat belajar, dan menjauhi pergaulan buruk yang dapat merusak masa depan. Kalian adalah generasi penerus, dan masa depan kalian sangat berharga,” tegas Gubernur.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo menyampaikan, pelaksanaan Fiksi ABK tahun ini merupakan wujud dukungan pemerintah terhadap pengembangan minat wirausaha bagi para siswa berkebutuhan khusus.
“Setiap Sekolah Khusus (SKH) membawa anak-anak terbaiknya dan menyajikan inovasi, terobosan yang sifatnya untuk mendukung kewirausahaan di anak-anak berkebutuhan khusus,” jelas Reza.
Fiksi ABK diikuti oleh total 264 siswa dari 44 Sekolah Khusus (SKH) di seluruh Kalteng. Mayoritas peserta merupakan anak-anak tunanetra, tunarungu, tunagrahita, dan tunadaksa yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam memperlihatkan karya terbaik mereka.
Baca juga: Gubernur Kalteng apresiasi pemberdayaan warga binaan di sektor pertanian
Baca juga: Bupati Barut: Pendidikan gratis hingga 16 tahun sejalan visi Pemprov Kalteng
Baca juga: Gubernur tekankan pentingnya tanamkan nilai Huma Betang bagi generasi muda
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
