Pabrik RDF diharap jadi solusi kurangi volume sampah di TPA Kobar

id pemkab kotawaringin barat, bupati nurhidayah, pabrik rdf tpa kobar, pangkalan bun, sampah kobar

Pabrik RDF diharap jadi solusi kurangi volume sampah di TPA Kobar

Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah bersama Kepala DLH Kobar saat meninjau langsung pembangunan pabrik RDF belum lama ini, Sabtu (22/11/2025). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Pangkalan Bun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah mengharapkan kehadiran pabrik Refuse Derived Fuel (RDF) menjadi solusi inovatif dan berkelanjutan dalam mengurangi volume sampah.

"Pabrik RDF merupakan fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif, yang merupakan bantuan hibah bangunan fisik dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah," kata Bupati Kobar Nurhidayah di Pangkalan Bun, Senin.

Dia mengatakan, bantuan bangunan tersebut lengkap dengan sarana prasarana pendukung lainnya, sebagai wujud nyata komitmen Pemprov Kalteng dalam mendukung upaya peningkatan pengelolaan lingkungan hidup.

"Keberadaan bangunan ini diharap dapat menjadi solusi dalam mengurangi tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," ucapanya.

Lanjutnya, hal itu mengingat semakin meningkatnya jumlah sampah di Kobar seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.

Nurhidayah menyampaikan, hadirnya bantuan pabrik RDF tersebut pihaknya optimistis akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.

"Kami meyakini kehadiran sarana prasarana ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Kotawaringin Barat," ujarnya.

Baca juga: Pelni Pangkalan Bun jelaskan mekanisme potongan harga tiket sambut Nataru

Pabrik RDF berada di kawasan TPA Translik. Selain dapat mengolah sampah yang tidak terpakai menjadi bahan bakar yang dapat dimanfaatkan, juga mengurangi dampak lingkungan maupun membuka potensi ekonomi baru.

Tentunya hal itu dapat memperpanjang usia TPA dan mengurangi ketergantungan pada metode penimbunan sampah.

Dia menambahkan, untuk tindak lanjutnya, Pemkab Kobar akan segara mempersiapkan berbagai langkah teknis dan operasional untuk mengaktifkan pabrik RDF tersebut.

"Yaitu melalui pelatihan sumber daya manusia, penyiapan regulasi daerah, serta sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya, yang menjadi kunci keberhasilan operasional pabrik," demikian Nurhidayah.

Baca juga: Terpikat nilai kemanusiaan Grup Astra, menjadi pendidik di pelosok Kalteng

Baca juga: Dua direktur di Kobar ditetapkan tersangka kasus korupsi pembangunan pabrik tepung ikan

Baca juga: Bupati optimis atlet Kobar siap berkompetisi di Porprov Kalteng 2026


Pewarta :
Editor : Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.