
Pelindo Regional 3 Sampit bersiap hadapi lonjakan penumpang jelang Nataru

Sampit (ANTARA) - PT Pelindo Regional 3 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menyusun strategi antisipatif untuk mengelola lonjakan arus penumpang yang diprediksi terjadi selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
“Sesuai arahan pusat tetap kami fokus ke kualitas pelayanan arus mudik Nataru untuk memastikan pelayanan optimal di pelabuhan,” kata Junior Manager Pelayanan Terminal PT Pelindo Regional 3 Sampit Tri Purbo Waluyojati di Sampit, Jumat.
Ia menjelaskan, berdasarkan proyeksi internal, jumlah penumpang diperkirakan akan mengalami kenaikan signifikan, antara 10 hingga 13 persen dibandingkan hari-hari biasa.
Meskipun secara garis besar tidak ada persiapan yang bersifat khusus, fokus utama Pelindo adalah pada peningkatan kualitas pelayanan arus mudik dan balik Nataru, sesuai dengan arahan dari manajemen pusat.
Lonjakan penumpang diperkirakan mulai terjadi pada H-5 periode Nataru. Untuk mengantisipasi peningkatan tersebut, Pelindo Regional 3 Sampit telah mengkonfirmasi penambahan kapasitas angkut.
“Saat ini, telah ada konfirmasi penambahan dua armada kapal dari PT Pelni, sementara informasi dari DLU masih ditunggu,” bebernya.
Ia melanjutkan, dalam rangka menjamin kelancaran dan pengawasan selama periode puncak ini, Pelindo Regional 3 Sampit akan mengaktifkan Posko Bersama (Posko Terpadu).
Baca juga: BPBD Kotim tinjau banjir, akses jalan sejumlah desa terputus
Posko ini akan menjadi pusat koordinasi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, operator kapal, unsur keamanan dan instansi terkait lainnya.
“Posko tersebut dijadwalkan beroperasi mulai 10 Desember 2025 hingga 09 Januari 2026, memastikan pelayanan dapat dilakukan secara responsif, terarah, dan siaga dalam merespons dinamika pergerakan penumpang,” pungkasnya.
Menambahkan, Staf Terminal Pelindo 3 Sampit Teguh Priantoro menyampaikan bahwa selain posko, faktor penunjang kelancaran proses keberangkatan adalah implementasi sistem autogate penumpang yang sudah dioperasikan sejak awal November 2025.
“Sistem ini berfungsi untuk validasi tiket dan identitas penumpang, yang bertujuan untuk efisiensi waktu serta perhitungan akurat jumlah penumpang,” jelasnya.
Meskipun diakuinya, bahwa beberapa penumpang awalnya mengalami kesulitan dalam proses verifikasi identitas, petugas pelabuhan siap sedia memberikan arahan.
“Selama ini layanan menggunakan sistem manual jadi saat pembaharuan sedikit terkendala, namun semua bisa teratasi," terang Teguh.
Ia menambahkan bahwa sistem autogate ini diharapkan dapat membuat proses boarding berjalan lebih tertib dan transparan, sekaligus meminimalkan antrean panjang.
“Dengan seluruh langkah strategis dan antisipatif yang disiapkan, kami berharap bahwa pelaksanaan arus penumpang Nataru tahun ini dapat berjalan dengan aman, lancar dan terkendali,” demikian Teguh.
Baca juga: Penghijauan diharapkan mampu kurangi potensi bencana alam di Kotim
Baca juga: Banjir rendam wilayah hulu, BPBD Kotim imbau masyarakat waspada
Baca juga: Pemkab Kotim tetap berusaha optimal dalam penilaian Adipura
Pewarta : Devita Maulina
Editor:
Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
