
Kebersihan Pelabuhan Sampit diprioritaskan demi kenyamanan penumpang

Sampit (ANTARA) - Kebersihan Pelabuhan Sampit menjadi perhatian insan perhubungan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah karena berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan penumpang.
"Mari kita jadikan pelabuhan Sampit sebagai pelabuhan yang bersih, tertib, ramah lingkungan, dan berdaya saing tinggi. Karena pelabuhan yang baik bukan hanya soal dermaga dan kapal, tetapi juga soal sikap, nilai, dan komitmen kita sebagai insan perhubungan," kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Hotman Siagian di Sampit, Rabu.
Penegasan itu disampaikan Hotman yang turut hadir dalam kegiatan bersih-bersih di Pelabuhan Sampit. Kegiatan ini diikuti pegawai dan karyawan yang merupakan insan perhubungan di daerah ini.
Kegiatan bersih-bersih pelabuhan ini merupakan salah satu rangkaian dalam memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025. Pelabuhan Sampit dipilih menjadi lokasi bersih-bersih agar pelabuhan yang berlokasi di pinggir Sungai Mentaya ini menjadi lebih bersih sehingga membuat penumpang merasa nyaman.
Hotman mengatakan, peringatan Hari Perhubungan Nasional bukan sekadar momentum seremonial tahunan, tetapi merupakan pengingat peran strategis sektor transportasi dalam menggerakkan roda pembangunan, memperkuat konektivitas, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peringatan Harhubnas tahun ini mengusung tema “Bakti Transportasi Untuk Negeri”. Tema ini untuk mengajak semua pihak untuk tidak hanya membangun infrastruktur transportasi bagi negeri ini, tetapi juga membangun budaya kerja yang bersih, tertib, dan peduli lingkungan.
Kegiatan bersih-bersih pelabuhan ini adalah wujud nyata dari semangat tersebut. Pelabuhan bukan hanya tempat bongkar muat barang dan penumpang, tetapi juga wajah daerah, cerminan etos kerja, dan simbol peradaban maritim.
"Kebersihan pelabuhan mencerminkan kualitas pelayanan, kenyamanan pengguna jasa, dan komitmen kita terhadap keberlanjutan lingkungan," ujar Hotman.
Dia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, baik dari unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, operator pelabuhan, komunitas maritim, maupun masyarakat sekitar.
Baca juga: 14 tim ramaikan turnamen voli Harhubnas 2025 di Kotim
Kehadiran dan partisipasi aktif tersebut menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan masih menjadi kekuatan utama bangsa ini, termasuk di daerah seperti Kotawaringin Timur.
Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dan kampanye moral. Kegiatan ini ingin menanamkan kesadaran bahwa pelabuhan yang bersih bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi tanggung jawab bersama.
KSOP Sampit ingin membentuk budaya kerja yang menghargai lingkungan, menjaga fasilitas umum, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap aset negara. Hotman berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan.
"Semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa manfaat besar bagi lingkungan, masyarakat, dan masa depan transportasi laut Indonesia. Semoga semangat Hari Perhubungan Nasional tahun ini terus menyala dalam setiap langkah dan karya kita," Hotman Siagian.
Sementara itu Ketua Panitia Harhubnas 2025 Kabupaten Kotawaringin Timur, Hendrik Sugiharto mengatakan, Hari Perhubungan Nasional bukan hanya milik insan transportasi. Momen ini merupakan milik semua karena transportasi adalah urat nadi kehidupan, penghubung antarwilayah dan penggerak ekonomi bangsa.
"Tema Bakti Transportasi untuk Negeri ini yang mengajak kita untuk tidak hanya membangun sistem transportasi yang efisien, tetapi juga yang ramah lingkungan dan berorientasi pada masa depan," ujarnya.
Kegiatan bersih-bersih pelabuhan hari ini adalah simbol dari semangat tersebut. Peserta tidak hanya membersihkan sampah, tetapi juga membersihkan cara pandang terhadap tanggung jawab bersama. Pelabuhan adalah wajah maritim sehingga harus dirawat dengan bangga.
Hendrik mengajak Harhubnas menjadi titik awal gerakan berkelanjutan. Perlu menanamkan budaya bersih, tertib, dan peduli lingkungan dalam setiap aktivitas pelabuhan.
"Karena pelabuhan yang bersih bukan hanya nyaman, tetapi juga mencerminkan profesionalisme dan integritas kita sebagai insan perhubungan," demikian Hendrik Sugiharto.
Baca juga: Sekolah Rakyat di Kotim dimulai 30 September 2025
Baca juga: DPRD minta Program MBG di Kotim segera dilanjutkan
Baca juga: Bapenda Kotim optimalkan layanan jemput bola untuk dongkrak penerimaan pajak
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
